Ikuti Kami

light_mode
light_mode
News
Trending Tags

Pak Lek Suwito, Mestinya Anda Jangan Ngluntruk

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Opini : Ditulis Netizens

Shulhan Hadi, Purwoharjo, (19/11/2025)

Suwito, saya tidak punya hubungan apa-apa dengannya. Seingat saya, kami hanya bertemu sekali dalam sebuah lomba lari yang ia sponsori beberapa tahun lalu. Itu saja.

Tapi dalam beberapa hari terakhir, namanya meledak. Pernyataannya memantik sebagian kepala desa naik darah. Mendadak semua mata tertuju pada Suwito dan semoga saja, selain viral, kejadian ini sekalian menambah vitalitasnya sebagai wakil rakyat. Wong kesempatan tampil itu mahal.

Terus, apa sebenarnya masalahnya?

Sederhana. Suwito menyebut 80 persen pemdes kurang profesional dalam mengelola bantuan sosial. Ucapannya terekam dalam sebuah video dengan aura marah-marah yang cukup lantang. Video itu muter di mana-mana, dan seperti biasa, publik langsung kegatelan merespons.

Para kepala desa yang merasa tidak termasuk dalam “80 persen” itu langsung ngegas. Aksi pun digelar. Dan pada akhirnya, Suwito meminta maaf serta mencabut ucapannya.

(Kalau saya jadi kades, saya justru bilang, “Betul 80 persen bermasalah. Saya yang 20 persen itu.” Hehe.)

Jujur saja, menurut saya Kang Wito sebenarnya tidak perlu sampai menarik ucapannya. Direvisi boleh 80 persen jadi 70, 50, atau 35 persen misalnya. Namanya kritik, bukan vonis. Wong konteksnya pembenahan, bukan pengadilan. Tapi ya, gimana kadung tempe terlanjur jadi dele…

Sebagai warga kecil yang ikut nyoblos kemarin, saya pikir apa yang dilakukan Suwito itu biasa saja. Bahkan harusnya begitu. Kalau perlu, setiap hari sepanjang bulan, anggota DPR tampil gantian marah-marah soal pelayanan publik. Tidak masalah salah atau benar, yang penting ada nyali menggugat apa yang memang dialami rakyat.

Kelemahannya cuma satu: Suwito kurang persiapan.

Politisi itu biasanya sangat perhitungan, tapi kadang justru terlalu percaya diri sampai lupa berhitung.

Kalau waktu bisa diputar, seharusnya ia menyiapkan tim media yang solid yang bisa merangkai narasi, kronologi, alasan kemarahan, sampai headline yang ingin ditembakkan. Ia juga harus menyiapkan buzzer dan akun-akun pendukung yang dilengkapi data, bukan akun ceplas-ceplos yang cuma bisa asal ngegas. (Tugas tim ahli lah itu, biar kerja mereka tidak cuma ngopi.)

Dan sebenarnya, isu yang ia angkat menarik: pengelolaan bantuan. Ucapannya memang perlu diuji, tapi setidaknya ia sedang bicara soal hal yang penting berbeda jauh dari anggota dewan yang sering viral karena pamer makan di resto mahal, pamer outfit entah KW atau ori, atau hal-hal receh yang justru bikin perut mules. Flexing bukan dosa, tapi ya… opo nggak ono sing lebih bermutu?

Kembali ke Suwito. Jika saya bisa ketemu beliau atau minimal timnya, saya ingin bilang: angka itu pasti bukan asal comot. Mungkin tidak punya data rinci, tapi pasti ada raba-raba lapangan. Jelas tidak semua desa seperti yang ia ucapkan. Tapi pelayanan dasar dan pengelolaan bansos di desa memang masih jadi masalah klasik.

Ketika kepala desa mendesak Suwito meminta maaf, menurut saya itu justru momen penting. Sayangnya, ia memilih mundur. Padahal elektabilitasnya tidak otomatis tergantung pada para kades itu. Kadesnya saja belum tentu kepilih lagi kok.

Saran saya, Pak Suwito:

Mulai minggu depan atau bulan depan, lanjutkan saja marah-marahnya. Tapi kali ini jangan asal njeplak. Gunakan data. Bikin konten berkala, turunkan tim ke lapangan, pakai OSINT, gali data terbuka semua bisa dilakukan kalau mau sedikit saja bersusah-susah.

Kalau bisa memetakan siapa yang nonton dracin dan Netflix bajakan, masa memetakan kondisi desa tidak bisa?

Paparkan temuannya secara rutin. Jangan sampai kerja legislasi terlihat cuma sebatas gaji cair tiap bulan.

Terakhir, mumpung Pak Prabowo sedang jadi “Macan Asia”, minimal di level kabupaten, para wakil rakyat Gerindra mestinya juga punya taring. Tidak harus garang betulan cukup jadi macan rambah: imut, tapi kalau perlu nyakar kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. (**)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Ipuk Fiestiandani Resmikan Langgar Art 2, Di Desa Kembiritan Kecamatan Genteng Banyuwangi

    Bupati Ipuk Fiestiandani Resmikan Langgar Art 2, Di Desa Kembiritan Kecamatan Genteng Banyuwangi

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Seniman Perupa Banyuwangi Punya Tempat Berekspresi Baru, Bupati Ipuk Resmikan Langgar Art 2. Keberadaan Langgar Art yang berlokasi di Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng baru saja diresmikan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Selasa 3 September 2024 malam. Untuk selengkapnya pada video …

  • VIDEO : Riwayat Kecil Sang Maestro Gandrung Temu Misti Yang Mendapat Penghargaan Pin Emas Dari Kemendikbudri

    VIDEO : Riwayat Kecil Sang Maestro Gandrung Temu Misti Yang Mendapat Penghargaan Pin Emas Dari Kemendikbudri

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, dan terupdate. yuk, subscribe channel youtube Banyuwangi 1 TV

  • Jadi Tuan Rumah Dua Grup Liga 4, Banyuwangi Siapkan Diponegoro dan Bima Sakti

    Jadi Tuan Rumah Dua Grup Liga 4, Banyuwangi Siapkan Diponegoro dan Bima Sakti

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Gairah sepak bola di Kabupaten Banyuwangi tampak pada musim kompetisi Liga 4 tahun 2025. Dua lapangan di Banyuwangi, yaitu Stadion Diponegoro dan Lapangan Bima Sakti ditunjuk menjadi tuan rumah putaran grup Liga 4 Asprov Jatim. Pemilihan kedua lapangan ini menunjukkan kesiapan Banyuwangi dalam menggelar event olahraga berskala regional. Baik Stadion Diponegoro maupun Lapangan […]

  • Pelayanan Polresta Sidoarjo Dapat Nilai A! Ombudsman RI Beri Predikat “Sangat Baik”

    Pelayanan Polresta Sidoarjo Dapat Nilai A! Ombudsman RI Beri Predikat “Sangat Baik”

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, InfoBanyuwangi.com – Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pelayanan publik. Berdasarkan penilaian Ombudsman Republik Indonesia tahun 2025, Polresta Sidoarjo meraih nilai 89,36 dengan kategori kualitas pelayanan sangat baik (A). Capaian tersebut menempatkan Polresta Sidoarjo sebagai salah satu satuan wilayah dengan pelayanan terbaik di jajaran Polda Jawa Timur. Sementara itu, […]

  • Persewangi Raih Juara Grup, Pemkab Dukung Banyuwangi Kembali Menjadi Tuan Rumah 16 Besar Liga 4 Jatim

    Persewangi Raih Juara Grup, Pemkab Dukung Banyuwangi Kembali Menjadi Tuan Rumah 16 Besar Liga 4 Jatim

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Dukungan penuh mengalir untuk Persewangi Banyuwangi agar bisa kembali menjadi tuan rumah putaran grup 16 besar Liga 4 Jawa Timur. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dan Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, secara terbuka menyatakan komitmen mereka untuk mendukung penuh ambisi Laskar Blambangan. Bupati Ipuk mengungkapkan bahwa Pemkab Banyuwangi sangat serius dalam memajukan sepak bola […]

  • Perangi Illegal Logging, Perhutani Berikan Penghargaan Kepada Polresta Banyuwangi

    Perangi Illegal Logging, Perhutani Berikan Penghargaan Kepada Polresta Banyuwangi

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan hingga menjaga keamanan hutan dalam hal kegiatan Perlindungan Hutan (Linhut), Polresta Banyuwangi diganjar penghargaan dari Perum Perhutani. Polresta Banyuwangi sebagai pelopor pemberantasan Illegal Logging di wilayah kerja Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, penghargaan itu diberikan langsung oleh Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Timur […]

expand_less