211.782 Warga Banyuwangi Terima Bantuan Pangan, Jutaan Kilogram Beras Mulai Disalurkan
- News
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Sebanyak 211.782 warga Banyuwangi menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional dalam program penyaluran tahun 2026. Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang ditujukan untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Program bantuan pangan Banyuwangi ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga pasokan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog Banyuwangi sebagai lembaga yang bertugas menyalurkan cadangan pangan pemerintah.
Total alokasi bantuan yang diterima Banyuwangi mencapai angka besar. Pemerintah menyiapkan sebanyak 4,235 juta kilogram beras serta 847.128 liter minyak goreng untuk dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Kepala Bulog Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspita, mengatakan bantuan tersebut merupakan alokasi untuk periode Februari hingga Maret 2026. Distribusi dilakukan secara bertahap agar berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Penyaluran di lapangan dilakukan mulai 16 Maret hingga 31 Mei. Sampai saat ini sudah terealisasi 13,31 persen,” kata Dwiana, Senin (13/04/2026).
Menurut Dwiana Puspita, penyaluran bantuan pangan Banyuwangi bukan hanya untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga berfungsi menjaga harga beras dan minyak goreng agar tetap stabil di pasaran.
Saat ini program tersebut dijalankan bertepatan dengan momentum hari besar keagamaan nasional. Pada periode seperti ini, permintaan bahan pangan biasanya meningkat sehingga pemerintah perlu melakukan intervensi agar harga tetap terkendali.
“Diharapkan dengan adanya penyaluran program Banpang di bulan tersebut, akan dapat mencegah kenaikan harga pangan, khususnya di Banyuwangi,” tutur Dwiana.
Selain membantu masyarakat, distribusi beras Bulog dan minyak goreng ini juga diharapkan memperkuat daya beli warga. Dengan harga pasar yang tetap terkendali, kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi lebih baik.
Dalam proses pelaksanaannya, terdapat sejumlah perubahan aturan teknis dibanding penyaluran sebelumnya. Salah satu perubahan berkaitan dengan syarat administrasi kartu keluarga untuk alokasi penerima bantuan.
Dwiana Puspita menjelaskan bahwa penyesuaian petunjuk teknis tersebut membuat proses verifikasi data membutuhkan waktu lebih panjang. Pemeriksaan dilakukan agar bantuan benar-benar diterima warga yang berhak.
“Sehingga proses pengecekan dan penginputan pada sistem memerlukan waktu lebih,” sambungnya.
Meski ada tantangan administratif, Bulog Banyuwangi memastikan distribusi tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah berharap seluruh bantuan dapat tersalurkan maksimal hingga akhir Mei 2026.
Dengan jumlah penerima yang mencapai ratusan ribu orang, bantuan pangan Banyuwangi diharapkan memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat serta kestabilan ekonomi daerah.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar