Komisi IV DPRD Banyuwangi Grebek Pelabuhan Tanjungwangi, Bongkar Antrian Kapal dan Dugaan Permainan Tiket
- Pemerintahan
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Komisi IV DPRD Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjungwangi, menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kemacetan dan panjangnya antrian kapal yang berdampak pada jalur nasional Banyuwangi–Situbondo.
Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, menegaskan bahwa kelancaran arus pelayaran di Pelabuhan Tanjungwangi harus dibenahi secara serius. Menurutnya, hal tersebut berkaitan langsung dengan sistem logistik nasional yang tidak boleh terganggu.
“Kelancaran pelayaran harus ditata secara nyata. Ini menyangkut sistem logistik nasional,” ujar Patemo saat sidak.
Ia juga menyoroti permasalahan teknis seperti tiket, parkir, dan antrian kendaraan. Patemo meminta agar segera diadakan hearing bersama seluruh pihak terkait, guna menemukan solusi yang efektif dan permanen.
“Masalah tiket dan antrian ini harus dibahas bersama, agar tidak terulang,” tambahnya.
Sidak tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang, serta jajaran instansi terkait lainnya.
General Manager Pelindo Tanjungwangi, Eko Budi, menjelaskan bahwa kapasitas lapangan parkir pelabuhan sebenarnya mampu menampung 2,5 kapal untuk rute Tanjungwangi–Gilimas (Lombok). Namun, kemacetan sering terjadi akibat permasalahan ticketing dan adanya praktik kitir (nomor antrian) oleh sejumlah oknum pengurus dan ALP.
“Seharusnya kendaraan yang sudah membeli tiket bisa langsung masuk area parkir. Namun pemberlakuan kitir oleh oknum tertentu membuat antrian mengular,” jelas Eko.
Eko menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memperbaiki sistem agar pelayanan lebih transparan dan tidak lagi menghambat arus kendaraan ke pelabuhan.
Dengan adanya sidak ini, DPRD berharap seluruh persoalan di Pelabuhan Tanjungwangi dapat segera diselesaikan sehingga kelancaran transportasi laut dan jalan nasional kembali normal. (**)
- person


Saat ini belum ada komentar