Mahasiswa Kupang Belajar Jualan Kayu Online, Perhutani Banyuwangi Selatan Buka Rahasia “Lapak Asik”
- Pemerintahan Pendidikan
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purwoharjo, InfoBanyuwangi.com – Di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi sektor kehutanan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan terus berinovasi melalui platform Lapak Asik sistem penjualan kayu berbasis online milik Perhutani.
Sebagai bagian dari edukasi publik, Perhutani memberikan pembekalan khusus kepada mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Gaul, Banyuwangi, Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan tersebut menjadi ajang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami proses pengelolaan hasil hutan secara komprehensif mulai dari produksi, penimbunan, hingga pemasaran kayu melalui sistem digital.
“Lapak Asik bukan hanya sekadar platform jual beli kayu, tapi juga bagian dari strategi peningkatan nilai tambah hasil hutan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujar Imam Insani, Kepala TPK Gaul, mewakili Administratur KPH Banyuwangi Selatan.
Menurut Imam, materi yang diberikan mencakup berbagai tahapan penting, seperti penerimaan kayu dari lokasi tebangan, pengujian mutu, pengaplingan, entri data ke sistem SIPUHH, pembayaran PSDH, hingga proses penjualan daring melalui Lapak Asik.
“Dengan sistem digital ini, Perhutani dapat lebih cepat menyalurkan bahan baku ke pengrajin lokal dan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi kayu,” jelasnya.
Selain itu, Imam menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap aspek ekonomi dan sosial pengelolaan hutan produksi lestari (PHPL), sehingga ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehutanan di masa depan.
Sementara itu, Herman Heingu Jaga, salah satu mahasiswa peserta PKL, mengaku mendapat pengalaman baru yang memperkaya wawasan mereka tentang tata kelola hasil hutan.
“Kami jadi tahu bagaimana proses pemasaran kayu dilakukan secara profesional dan transparan. Praktik langsung di Lapak Asik memberi kami pemahaman nyata tentang dunia kerja,” katanya.
Herman juga menambahkan bahwa pembelajaran lapangan ini mengajarkan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan inovasi digital dalam pengelolaan hasil hutan di era modern.
Melalui program ini, Perhutani Banyuwangi Selatan menunjukkan komitmennya dalam mendorong generasi muda memahami pentingnya kelestarian hutan dan inovasi pemasaran digital, sebagai langkah menuju pengelolaan hutan berkelanjutan. (**)
- person


Saat ini belum ada komentar