Siaga El Nino! Hampir Seluruh Banyuwangi Terdampak, BPBD Petakan Risiko hingga Siapkan Distribusi Air
- Pemerintahan
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Dampak fenomena El Nino diprediksi bakal melanda di hampir seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut, dari 25 kecamatan yang ada, mayoritas akan terdampak dengan tingkat risiko yang berbeda-beda.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik kerawanan yang tidak sama, sehingga penanganannya juga disesuaikan berdasarkan klaster risiko masing-masing daerah.
“Memang hampir semua kecamatan terdampak, hanya saja tingkat risikonya berbeda-beda,” ujarnya.
Mengacu pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada awal April, BPBD Banyuwangi telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi secara menyeluruh. Salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Pertanian dan instansi pengairan.
Langkah ini dilakukan untuk memetakan ketersediaan debit air serta menjaga ketahanan sektor pangan dan hortikultura agar tidak terdampak signifikan.
BPBD juga memprediksi puncak cuaca ekstrem akibat El Nino akan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi para petani.
“Prediksi ini bisa menjadi acuan kelompok tani dalam menentukan bibit dan varietas tanaman, sehingga dapat meminimalisir risiko gagal panen,” jelas Partana.
Selain itu, pemetaan sumber air terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Perhutani dan Balai Taman Nasional Alas Purwo. Upaya ini juga sekaligus untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau panjang.
Dalam rapat koordinasi yang digelar, BPBD bersama stakeholder terkait juga menyiapkan langkah-langkah teknis seperti sosialisasi kepada masyarakat, patroli lapangan, hingga pengecekan pos siaga.
Tak hanya itu, BPBD juga mulai mengidentifikasi lokasi penampungan air sebagai bagian dari strategi panen air hujan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung.
Untuk kebutuhan air bersih, BPBD turut berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM). Intervensi dilakukan pada sumber-sumber air yang memungkinkan untuk disalurkan ke jaringan PUDAM hingga distribusi langsung ke masyarakat.
Belajar dari pengalaman tahun 2023, BPBD Banyuwangi juga menyiapkan tambahan armada distribusi air bersih. Jumlah kendaraan yang disiapkan bahkan ditingkatkan menjadi lebih dari 10 unit.
Selain itu, sejak sebelum April, BPBD telah melakukan mitigasi di tingkat kecamatan, termasuk penambahan dan perbaikan tandon air di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan.
Dengan berbagai langkah tersebut, BPBD Banyuwangi berharap dampak El Nino dan kemarau panjang dapat ditekan seminimal mungkin, terutama bagi sektor pertanian dan kebutuhan dasar masyarakat. (amn)
- person


Saat ini belum ada komentar