Muskorda IJTI Banyuwangi Pilih Syamsul Arifin, Media Mainstream Kompak Abstain
- News
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Gelaran Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) II Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banyuwangi memanas. Sejumlah media mainstream kompak melakukan aksi abstain karena menilai ada kejanggalan dalam mekanisme organisasi.
Muskorda yang berlangsung di salah satu hotel di Banyuwangi, Sabtu (6/12/2025), sedianya mengagendakan pemilihan Ketua IJTI Banyuwangi periode 2025–2028. Namun suasana berubah karena disinyalir beberapa anggota menolak ikut serta.
Media besar yang memilih abstain antara lain TV One, CNN Indonesia TV, SCTV, detikcom, Nusantara TV, NTV, serta Banyuwangi 1 TV. Mereka menilai ada dugaan ketidakadilan dalam proses penerimaan anggota menjelang pemilihan.
Wakil Ketua IJTI Korda Banyuwangi 2023–2025, Happy Oktavia, mengungkapkan bahwa aksi abstain ini merupakan bentuk protes atas proses pendaftaran anggota yang dianggap tidak wajar.
“Ada proses penerimaan anggota yang terlalu mudah, hanya 24 jam langsung lolos tanpa verifikasi. Diduga untuk mendulang suara. Sementara ada satu anggota lain yang justru dipersulit hingga pleno pusat. Dan ia diketahui calon kuat ketua. Ini tidak fair,” tegas Happy.
Happy menegaskan, organisasi profesi jurnalis harus bebas dari intrik politik dan kepentingan pragmatis.
Pernyataan serupa disampaikan Eka Rima, Humas IJTI Korda Banyuwangi yang juga jurnalis detikcom. Ia menilai langkah organisasi merekrut anggota demi kepentingan suara adalah tindakan tidak profesional.
“IJTI ini organisasi pers yang profesional. Tidak seharusnya menghalalkan segala cara demi kepentingan tertentu. Ini memalukan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi IJTI Banyuwangi 2023–2025, Chofi Zamani, menyebut Muskorda tahun ini terkesan sudah dikondisikan sejak awal.
“Banyak perekrutan baru tidak lewat prosedur dan tidak melalui saya sebagai kabid organisasi. Ini tidak benar,” ujarnya.
Menurutnya, abstain adalah langkah terakhir sebagai bentuk pembelajaran untuk internal IJTI.
Di sisi lain, Ketua Panitia Muskorda II IJTI Banyuwangi, Eris Utomo, menyampaikan bahwa Syamsul Arifin alias Bono kembali terpilih sebagai Ketua IJTI Banyuwangi periode 2025–2028 secara aklamasi.
“Ada 18 peserta yang hadir dan enam yang abstain. Semua yang hadir memiliki kartu anggota dan sepakat memilih Mas Bono kembali,” jelas Eris.
Terkait anggota yang tidak hadir, Eris menyebut kemungkinan mereka memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.
Ia menegaskan bahwa Muskorda telah diselenggarakan sesuai AD/ART serta tata tertib organisasi. Bono juga langsung menerima SK dari IJTI Pusat. (**)
- person


Saat ini belum ada komentar