Banyuwangi Selatan Memanas, Ratusan Warga Pasang Spanduk Tolak Tambang Emas
- Peristiwa
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pesanggaran, InfoBanyuwangi.com – Suasana di Banyuwangi Selatan, tepatnya di Desa Kandangan dan Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, kembali memanas. Ratusan warga dari dua desa tersebut melakukan aksi protes dengan memasang spanduk besar yang berisi penolakan terhadap perluasan aktivitas pertambangan emas PT Damai Suksesindo (PT DSI), anak perusahaan dari PT Bumi Suksesindo (PT BSI).
Spanduk bertuliskan “Masyarakat Pemuda Kandangan dan Sarongan Menolak Dengan Keras Perluasan PT Damai Suksesindo” itu terpasang di depan Kantor Desa Kandangan, Selasa (2/12/2025).
Warga Desa Kandangan, Puji Miswantoro, mengatakan bahwa penolakan dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas rencana perluasan area tambang emas yang dinilai tidak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Kami tidak ingin ada lagi aktivitas pertambangan emas,” tegasnya.
Puji juga menuturkan bahwa PT BSI dinilai kurang transparan terkait program CSR atau Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Ia menyebut warga jarang menerima informasi yang jelas mengenai kegiatan perusahaan.
“Kegiatan apa pun yang dilakukan PT BSI dan pihak desa semuanya kurang sosialisasi, kurang transparan ke masyarakat,” ujarnya.
Oleh sebab itu, warga memasang spanduk protes sebagai bentuk teguran kepada pemerintah desa yang dianggap abai terhadap aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Kandangan, Riyono, membenarkan adanya aksi pemasangan spanduk oleh pemuda Desa Kandangan dan Sarongan.
“Iya memang ada spanduk yang dipasang di depan kantor desa. Isinya penolakan terhadap perluasan aktivitas tambang emas PT DSI,” jelas Riyono.
Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada Camat Pesanggaran untuk ditindaklanjuti.
“Yang memasang spanduk adalah pemuda dari Desa Kandangan dan Sarongan,” tambahnya.
Hingga pukul 16.00 WIB, spanduk tersebut masih belum dicopot dan tetap terpampang di depan kantor desa.
“Mungkin perlu adanya koordinasi lebih lanjut dengan PT BSI,” pungkasnya. (**)
- person


Saat ini belum ada komentar