Paus Raksasa 15 Meter Terdampar di Jembrana, Sempat Bergerak lalu Mati
- Peristiwa
- calendar_month 20 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jembrana, InfoBanyuwangi.com – Seekor paus sperma berukuran raksasa ditemukan terdampar di pesisir Pantai Banjar Anyarsari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Peristiwa ini mengundang perhatian ratusan warga yang datang ke lokasi.
Paus pertama kali ditemukan oleh warga setempat, I Putu Pulasari. Saat ditemukan, paus diduga masih dalam kondisi hidup dan sempat terlihat bergerak di perairan sekitar 100 meter dari bibir pantai.
Namun, seiring surutnya air laut, paus tersebut tidak lagi mampu bergerak dan akhirnya terdampar dengan posisi kepala menghadap ke laut. Warga menduga kondisi paus semakin melemah hingga akhirnya mati.
“Awalnya masih bisa bergerak, tapi air semakin surut dan akhirnya tidak bergerak lagi, kemungkinan sudah mati,” ujar salah satu warga di lokasi.
Petugas dari Polsek Melaya yang dipimpin Kapolsek Kompol I Ketut Sukadana bersama personel Polairud, TNI AL Gilimanuk, serta Babinsa setempat langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.
Hasil identifikasi awal oleh tim bersama dokter hewan, Farida, menyebutkan paus tersebut merupakan jenis paus sperma berjenis kelamin betina dengan panjang sekitar 15 meter. Namun, penyebab kematian masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak berwenang telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, hingga berkoordinasi dengan jaringan satwa untuk proses identifikasi dan penanganan lanjutan.
Rencananya, bangkai paus akan dikubur pada Rabu (6/5/2026). Namun, proses penguburan diperkirakan membutuhkan waktu dan alat berat berupa ekskavator mengingat ukuran tubuh paus yang sangat besar.
Saat ini, lokasi penemuan masih dijaga oleh aparat dan warga guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kejadian ini menjadi perhatian khusus masyarakat setempat karena merupakan peristiwa langka yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut. (amn)
- person


Saat ini belum ada komentar