Keren! Dua Inovasi Banyuwangi Tembus Finalis Top Inovasi Kovablik Jatim 2025
- Pemerintahan
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Dua inovasi unggulan Kabupaten Banyuwangi kembali mencuri perhatian di tingkat provinsi. Program Jagoan Tani dan I-Care berhasil masuk sebagai finalis Top Inovasi Terbaik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan langsung kedua inovasi tersebut di hadapan dewan juri pada Kamis (27/11/2025).
Tim juri terdiri dari Guru Besar FISIP Universitas Airlangga Prof. Dr. Jusuf Irianto, Kepala BRIDA Provinsi Jatim Dr. Andriyanto, SH, M.Kes, serta praktisi media Hariatni Novitaari. Sesi presentasi dan wawancara ini menjadi penilaian akhir sebelum ditetapkan pemenang Outstanding Public Service Innovation 2025.
Dalam paparannya, Ipuk menjelaskan bahwa Jagoan Tani merupakan program inkubasi bagi anak-anak muda Banyuwangi yang ingin mengembangkan bisnis di sektor pertanian. Setiap tahun, ratusan pemuda ikut serta dengan membawa rintisan usaha yang telah mereka jalankan.
“Kami hadirkan mentor dari kalangan praktisi dan akademisi untuk membantu scaling-up usaha mereka. Kami hubungkan juga dengan perbankan, dunia usaha, dan stimulus permodalan,” tutur Ipuk.
Program ini telah melahirkan sekitar 4.000 wirausaha muda agribisnis yang menjalankan usaha pertanian secara modern. Jagoan Tani bahkan menjadi program percontohan nasional, dan telah dikunjungi berbagai daerah untuk studi banding.
Selain itu, Ipuk juga memaparkan inovasi I-Care, layanan rujukan cepat pasien stroke yang digerakkan oleh RSUD Blambangan. Program ini dirancang untuk memastikan pasien stroke ditangani dalam golden period (4,5 jam pertama) agar peluang sembuh lebih besar.
I-Care memadukan edukasi, teknologi aplikasi, dan sistem gotong royong. Layanan ini dapat diakses melalui SuperApps Smart Kampung, di mana pasien dapat melakukan cek mandiri risiko stroke dan memilih ambulans terdekat untuk segera menuju rumah sakit.
“Dengan penanganan dalam golden period, risiko kecacatan dan kematian bisa ditekan,” jelas Ipuk.
Program ini terbukti memberikan dampak signifikan. Pada 2024, jumlah pasien yang tiba dalam golden period meningkat sehingga tingkat kefatalan turun menjadi 16,18 persen, dari sebelumnya 82 persen. Bahkan, 83,82 persen pasien dapat kembali produktif.
Atas keberhasilannya, I-Care menjadi percontohan nasional layanan kegawatan stroke sejak 2023 dan meraih Diamond Status World Stroke Organization (WSO) selama lima tahun berturut-turut (2021–2025), serta Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023.
Usai mendengarkan pemaparan, dewan juri memberikan apresiasi terhadap inovasi Banyuwangi.
“Saya sangat mengapresiasi inovasi I-Care. Ini memperkuat fungsi kuratif di rumah sakit,” ujar Prof. Jusuf.
Hasil akhir penilaian Kovablik Jatim 2025 akan diumumkan setelah seluruh proses evaluasi selesai.
- person


Saat ini belum ada komentar