DPRD Banyuwangi Didatangi APPMH dan YACC, Pertanyakan Kejelasan Divestasi Saham PT Merdeka Copper Gold
- News
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Rapat dengar pendapat di DPRD Banyuwangi pada Rabu, 5 November 2025, berlangsung tegang setelah dua kelompok masyarakat, APPMH dan YACC, mempertanyakan kejelasan divestasi saham Pemkab Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold yang dilakukan pada tahun 2020.
Menurut kedua kelompok itu, ada potensi kerugian daerah yang signifikan akibat kebijakan tersebut. Nizar dari YACC menyebutkan, “Berdasar analisis kami, kerugiannya bisa mencapai antara Rp100 miliar hingga Rp16 miliar.”
Ia juga menyinggung kepemilikan surat berharga dalam LHKPN Bupati saat itu, Abdullah Azwar Anas, senilai Rp3 miliar. “Publik berhak tahu, saham itu diberi atau dibeli, karena data di Bursa Efek itu terbuka dan resmi,” katanya.
Nizar juga menolak rencana pembentukan Dana Abadi Daerah karena dianggap tidak menguntungkan. “Setelah dikalkulasi, deposito dan SBN setelah pajak nilainya kecil, bahkan bisa minus jika inflasi naik,” jelasnya.
Safroni dari YACC menegaskan pentingnya keterbukaan. “Saham publik tidak boleh ditutup-tutupi. Semua proses jual-beli harus dibuka secara transparan agar masyarakat tahu ke mana uang daerah mengalir,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan terima kasih atas kritik tersebut. “Kebijakan divestasi saat itu tentu perlu dievaluasi agar ke depan lebih matang dan tidak merugikan,” ucap Mujiono.
Mujiono menjelaskan bahwa divestasi 2020 telah dibahas terbuka dengan DPRD dan dicantumkan dalam KUA-PPAS serta APBD. “Hasil penjualan saham sudah dijelaskan dalam Perda APBD, semua bisa dilihat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Dana Abadi Daerah masih sebatas rencana dan belum ada keputusan final. Pemerintah akan mempertimbangkan masukan masyarakat sebelum melangkah lebih jauh.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar