Kehadiran Santai Seaplane di Banyuwangi membuka peluang wisata udara premium sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata berkelanjutan.
- News
- calendar_month 16 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Infobanyuwangi.com – Industri pariwisata Banyuwangi kembali mencatatkan perkembangan signifikan. Maskapai penerbangan amfibi Santai Seaplane memilih Banyuwangi sebagai basis operasional pertama di Indonesia untuk menghadirkan layanan wisata udara premium yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan nasional.
Keputusan tersebut semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah tujuan investasi sektor pariwisata yang dinilai memiliki prospek cerah untuk pengembangan wisata berkelanjutan.
Santai Seaplane merupakan bagian dari Seaplane Asia yang fokus mengembangkan penerbangan wisata menggunakan pesawat amfibi. Konsep yang diusung bukan hanya menghadirkan transportasi udara, tetapi juga menawarkan pengalaman perjalanan eksklusif bagi wisatawan.
CEO Seaplane Asia Denis Keller menjelaskan bahwa pemilihan Banyuwangi dilakukan setelah melihat berbagai potensi yang dimiliki daerah tersebut, terutama dari sisi lokasi, infrastruktur, dan pertumbuhan sektor wisata.
“Banyuwangi sebagai gerbang yang menghubungkan Jawa dan Bali sehingga peluang untuk membuka konektivitas pariwisata sangat besar,” ujar Denis Keller.
Selain berada di jalur strategis, Banyuwangi juga memiliki beragam destinasi wisata yang telah dikenal luas hingga mancanegara. Mulai dari fenomena Blue Fire Kawah Ijen, pantai-pantai alami, kawasan konservasi, hingga tradisi budaya khas masyarakat Osing.
Denis Keller menilai kelengkapan ekosistem pariwisata tersebut menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan pengembangan wisata udara premium.
Dengan menggunakan pesawat amfibi, Santai Seaplane dapat menjangkau berbagai destinasi yang sulit dicapai oleh penerbangan reguler. Hal ini membuka peluang konektivitas baru menuju kawasan wisata bernilai ekologis tinggi.
“Jadi konsep kami seaplane bukan sekedar alat transportasi, tapi justru pengalaman selama penerbangannya menjadi sesuatu yang menarik dan spesial. Kami ingin membawa pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium yang lebih banyak lagi di Banyuwangi,” ujarnya.
Tidak hanya untuk wisata, armada pesawat yang digunakan juga memiliki fleksibilitas tinggi untuk kebutuhan kemanusiaan dan logistik. Pesawat dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan operasional di lapangan.
“Pesawat ini sangat mudah untuk dikonfigurasi, lebih aman, nyaman, cepat, serta lebih ramah lingkungan,” imbuh Denis Keller.
CEO Santai Seaplane Wirmandi Sugriat menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan operasional dimulai pada Juli 2026. Persiapan terus dilakukan setelah pembukaan home base di Bandara Banyuwangi.
Pada tahap awal, perusahaan menyiapkan tiga unit pesawat Cessna Caravan 208 EX Amphibi. Pesawat tersebut dikenal luas dalam industri penerbangan karena memiliki performa tinggi, tingkat keamanan yang baik, serta mampu beroperasi di berbagai kondisi.
“Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami melampaui model penerbangan konvensional dan menciptakan gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia yang sekaligus terpencil dan memiliki nilai ekologis tinggi,” ujar Wirmandi Sugriat.
Sebagian rute nantinya dapat dipesan secara individu melalui sistem by the seat sehingga wisatawan tidak harus menyewa satu pesawat penuh. Sementara untuk kebutuhan tertentu, layanan charter tetap tersedia.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik investasi tersebut karena dinilai akan memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia yang terus berinovasi dalam memberikan layanan kepada wisatawan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kehadiran Santai Seaplane akan menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata daerah serta memperluas akses wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan.
“Kehadiran layanan pariwisata udara premium ini kami harapkan akan semakin memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global,” ujar Ipuk Fiestiandani.
Pertemuan yang membahas rencana operasional Santai Seaplane tersebut turut dihadiri General Manager Bandara Banyuwangi Mohammad Holik Muardi dan Direktur Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi Capt. Daniel D. Rumani sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri penerbangan dan pariwisata di Banyuwangi.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar