Generasi Muda Banyuwangi Didorong Kuasai Bisnis Digital Lewat Program Kemenekraf
- News
- calendar_month Selasa, 28 Okt 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Untuk memperkuat kapasitas para pelaku ekonomi kreatif di daerah, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia menyelenggarakan Program Gen Matic (Generasi Muda Melek Teknologi) di Kabupaten Banyuwangi pada Senin, 27 Oktober 2025. Program ini melatih anak muda agar mampu membangun bisnis digital yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan.
Direktur Konten Digital Kemenekraf, Yuana Rochma Astuti, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memperluas wawasan digital generasi muda. Mereka tidak hanya dituntut memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan nilai ekonomi. “Melek teknologi saja tidak cukup, peserta juga harus bisa menghasilkan karya digital yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujar Yuana.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 56 peserta yang berasal dari Banyuwangi dan sejumlah daerah di sekitarnya. Peserta merupakan pelaku UMKM, pembuat konten, hingga wirausaha muda di bidang ekonomi kreatif yang telah lolos proses seleksi.
Selama tiga minggu, mereka mengikuti kelas daring dan dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka di Banyuwangi. Usai kegiatan utama, peserta tetap akan mendapatkan pendampingan dan monitoring hingga dua bulan lamanya. Yuana menegaskan, “Peserta akan kita dampingi end to end, mulai mereka belum punya produk sampai ada omzetnya. Sehingga kegiatan ini betul-betul ada dampaknya.”
Dalam pelaksanaan program, Kemenekraf menggandeng Sekolah Bisnis Online (SBO) sebagai mitra pelatihan. SBO memberikan materi seputar strategi pemasaran digital, riset produk, serta penerapan teknologi modern seperti media sosial, kecerdasan buatan, dan automasi untuk mendukung efisiensi bisnis.
Yuana menambahkan bahwa Banyuwangi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif. “Selain merupakan daerah wisata, literasi digital dan potensi UMKM Banyuwangi cukup baik. Makanya kami gelar di sini untuk mendukung ekonomi Banyuwangi,” ungkap Yuana.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenekraf yang telah mempercayakan Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Pelatihan ini semakin melengkapi berbagai program peningkatan kapasitas yang sudah kami lakukan di Banyuwangi. Semoga program ini bisa menguatkan ekonomi digital di daerah kami,” kata Ipuk.
Banyuwangi sendiri dikenal aktif membina wirausaha muda melalui program seperti Jagoan Tani, Jagoan Digital, dan Jagoan Bisnis. Program tersebut mendorong anak muda agar berani berinovasi di berbagai bidang, dari pertanian hingga teknologi digital.
Salah satu peserta pelatihan, Anggun dari Kelurahan Bakungan, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Awalnya hanya jualan es mambo di warung dan kantin sekolah. Setelah mendapatkan pelatihan, sekarang saya mulai membuat e-book dan membuka pelatihan online membuat es mambo. Alhamdulillah belajar digital bisa menambah penghasilan saya,” ungkap Anggun.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar