Ikuti Kami

light_mode
light_mode
News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pemkab Banyuwangi Dorong Penyelesaian Hukum Damai Lewat Posbankum Desa, Wujudkan Keadilan Restoratif dan Harmoni Sosial

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berinovasi dalam menghadirkan solusi hukum yang lebih humanis bagi masyarakatnya. Salah satu langkah terbaru adalah penguatan peran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di tingkat desa sebagai sarana penyelesaian sengketa sosial melalui musyawarah dan perdamaian.

Posbankum diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk menyelesaikan permasalahan hukum secara bijak dan berkeadilan tanpa harus langsung menempuh jalur pengadilan. Konsep ini mencerminkan pendekatan hukum yang lebih mengutamakan nilai kemanusiaan dan harmoni sosial antarwarga desa.

Inisiatif tersebut sejalan dengan penandatanganan kesepakatan Restorative Justice antara Pemkab Banyuwangi dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi, Henik Setyorini, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat aspek pemberdayaan sosial bagi masyarakat agar mereka yang pernah berurusan dengan hukum dapat kembali berdaya dan tidak mengulangi kesalahan.

“Tentu setelah ini kami akan duduk dengan APH (Aparat Penegak Hukum) maupun dengan dinas-dinas terkait yang memiliki banyak program pemberdayaan untuk membahas kesepakatan ini,” ujar Henik, Selasa, 28 Oktober 2025.

Menurut Henik, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan sejumlah program yang dapat disinergikan untuk memperkuat pendekatan hukum yang berorientasi pada kemanusiaan. Program-program tersebut meliputi pelatihan kerja, bantuan alat usaha, dan pemberian modal bagi pelaku usaha kecil yang dijalankan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, hingga Dinas Pemuda dan Olahraga.

Selain memperkuat bidang pemberdayaan, Pemkab Banyuwangi juga tengah menyiapkan pedoman dan batasan bagi kasus yang bisa diselesaikan melalui pendekatan damai. Tidak semua perkara dapat dikategorikan dalam restorative justice, terutama kasus berat seperti kekerasan seksual pada anak.

“Nanti tim kami dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Pekerja Sosial (Peksos) akan rapat dulu supaya bisa selaras,” jelas Henik.

Dengan adanya Posbankum di desa, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk memahami hukum dan menyelesaikan persoalan tanpa harus ke ranah litigasi. Fasilitas ini memberikan kesempatan kepada warga untuk mendapatkan pendampingan hukum dasar secara gratis dan cepat.

Tak berhenti di situ, Pemkab Banyuwangi juga memperkuat kapasitas aparatur desa. Sejumlah kepala desa kini tengah dibina sebagai peace maker atau penengah dalam konflik sosial di wilayahnya. Beberapa di antaranya bahkan telah mengikuti pelatihan paralegal yang difasilitasi oleh organisasi Muslimat se-Jawa Timur.

“Harapannya, para kepala desa dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan hukum dasar kepada warga, terutama dalam menyelesaikan persoalan sosial di tingkat desa secara bijak dan berkeadilan. Pun juga menguatkan kesepakatan restorative justice yang ada,” tegas Henik.

Pemkab Banyuwangi percaya, sinergi antara Posbankum, aparat penegak hukum, dan perangkat desa akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar hukum, damai, dan menjunjung nilai kemanusiaan.*

Bagikan Threads

Penulis

Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Galakkan Go Green Sosialisasikan Pemilahan Sampah, FRB,PLC Dan Sungai Watch Berikan Edukasi Di SMPN 3 Rogojampi

    Galakkan Go Green Sosialisasikan Pemilahan Sampah, FRB,PLC Dan Sungai Watch Berikan Edukasi Di SMPN 3 Rogojampi

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sudah marak digandrungi para pegiat kebersihan antara lain dari komunitas, Sungai Watch, PLC (Peduli Lingkungan Community) dan juga FRB (Forum Rogojampi Bersatu) pada jum’at(11/10/2024). Dalam rangka program Go GREEN komunitas/pegiat lingkungan gencar adakan edukasi dan sosialisasi di medsos, didesa-desa dan sekolahan, antara lain kegiatan hari ini sosialisasi di SMPN […]

  • Banyuwangi Surplus Ratusan Ribu Ton Beras, Jadi Kunci Swasembada Pangan Era Prabowo

    Banyuwangi Surplus Ratusan Ribu Ton Beras, Jadi Kunci Swasembada Pangan Era Prabowo

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Cluring, InfoBanyuwangi.com – Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah kunci dalam keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional. Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi mencatat surplus besar produksi beras dan jagung, memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Pencapaian swasembada pangan nasional tersebut diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat, yang diikuti secara […]

  • DPRD Banyuwangi Soroti SE Pembatasan Jam Ritel dan Dorong Evaluasi Karena Dinilai tidak Sesuai Kondisi Masyarakat

    DPRD Banyuwangi Soroti SE Pembatasan Jam Ritel dan Dorong Evaluasi Karena Dinilai tidak Sesuai Kondisi Masyarakat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    InfoBanyuwangi.com – Kebijakan pembatasan jam operasional ritel modern di Banyuwangi menuai sorotan dari berbagai pihak. DPRD Banyuwangi secara tegas meminta pemerintah daerah untuk mencabut Surat Edaran (SE) yang mengatur kebijakan tersebut. Permintaan ini disampaikan dalam rapat konsultasi antara DPRD dan pemerintah daerah yang berlangsung pada Senin (06/04/2026). Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan […]

  • Polresta Banyuwangi Gelar Apel Operasi Terpusat Lilin Semeru 2024 Menjelang Nataru

    Polresta Banyuwangi Gelar Apel Operasi Terpusat Lilin Semeru 2024 Menjelang Nataru

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Jelang pelaksanaan Nataru, Pada Jum’at tanggal 20 Desember 2024 Polresta Banyuwangi Gelar apel kesiapan pengamanan Operasi Lilin Semeru 2024 di Halaman Mako Polresta Banyuwangi. Dalam gelaran Apel tersebut melibatkan Anggota Polresta Banyuwangi, Jajaran Polsek , TNI, Dishub, Sat Pol PP, Senkom dan Dinas terkait lainnya. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H […]

  • Maraknya Kenakalan dan Kekerasan Remaja, Pemkab Banyuwangi Gelar Rakor Darurat Bersama Instansi Terkait

    Maraknya Kenakalan dan Kekerasan Remaja, Pemkab Banyuwangi Gelar Rakor Darurat Bersama Instansi Terkait

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Menanggapi maraknya kenakalan dan kekerasan yang melibatkan remaja di wilayah Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi Darurat di Aula Rempeg Jogopati, Pemkab Banyuwangi, pada Minggu, tanggal 5 Januari 2025. Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.Kp.,dan didampingi Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama […]

  • Hari Jadi Banyuwangi, Bupati Ipuk: Nyalakan Spirit Kebersamaan

    Hari Jadi Banyuwangi, Bupati Ipuk: Nyalakan Spirit Kebersamaan

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Peringatan Hari Jadi ke-253 Banyuwangi digelar di Taman Blambangan, Rabu (18/12/2024). Nuansanya penuh keberagaman. Para peserta upacara mengenakan berbagai baju adat sejumlah suku dan etnis yang tinggal di ujung timur Jawa itu. Tidak hanya mengenakan baju adat Suku Osing yang berasal dari Banyuwangi sendiri. Tapi, juga juga ada yang mengenakan baju adat Bali, Madura, […]

expand_less