Siap Jaga Bumi, LPBI PCNU Banyuwangi Gaspol Lawan Sampah dan Ancaman Bencana
- Pemerintahan
- calendar_month 13 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Songgon, InfoBanyuwangi.com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Banyuwangi resmi dilantik di Aula TPS Balak, Kecamatan Songgon, Sabtu (2/10/2026).
Mengusung jargon “LPBI Siap Jaga Bumi”, kepengurusan baru LPBI PCNU Banyuwangi langsung menegaskan komitmennya memperkuat edukasi lingkungan, mitigasi bencana, serta perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Ketua LPBI PCNU Banyuwangi, Untung Hermawan, mengatakan kondisi iklim yang semakin tidak menentu membutuhkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penanganan kebencanaan tidak cukup dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan.
“Persoalan kebencanaan membutuhkan penanganan serius dan menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama agar risiko bencana dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia menilai salah satu persoalan yang dapat segera ditangani adalah lingkungan, khususnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
“Hal yang paling urgen sekaligus bisa kita mulai dengan mudah adalah menjaga lingkungan melalui edukasi kesadaran dan perubahan perilaku, khususnya dalam persoalan persampahan,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, LPBI PCNU Banyuwangi akan menyiapkan Training of Trainers (ToT) Perubahan Perilaku Persampahan bagi kader-kader NU.
Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun gerakan lingkungan yang lebih luas dengan melibatkan berbagai unsur organisasi, mulai dari badan otonom (Banom), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga pengurus ranting.
“Ke depan harus ada aksi nyata. Seluruh stakeholder NU perlu kita rangkul agar gerakan menjaga lingkungan ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Untung.
Sementara itu, Pelantikan LPBI PCNU Banyuwangi ditandai dengan pembacaan baiat oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Moh. Bisri Musthofa. Sementara pembacaan Surat Keputusan (SK) dilakukan Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi, Haikal Kafili.
Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan LPBI bersama lembaga-lembaga NU lainnya.
Ia menyebut terdapat 18 lembaga yang menjadi bagian dari struktur kelembagaan PCNU Banyuwangi dan diharapkan mampu menjadi kepanjangan tangan organisasi dalam menjalankan berbagai program khidmah keumatan.
Achmad Turmudzi juga mengingatkan pentingnya menjalankan nilai dasar organisasi sebagaimana diwariskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, termasuk prinsip al-‘adlu atau keadilan dan al-amnu atau keamanan.
Menurutnya, kedua prinsip tersebut harus menjadi pijakan pengurus dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat.
“Perlindungan alam sudah menjadi kodrat manusia. Apalagi kita hidup pada zaman ketika kerusakan lingkungan telah terjadi di mana-mana. Lantas, apa yang bisa kita lakukan kalau bukan memperbaikinya?” katanya.
Ia mendorong LPBI bersama seluruh elemen NU untuk mengambil langkah konkret dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan.
Hutan yang gundul, kata dia, harus direboisasi. Saluran air yang tersumbat perlu diperbaiki, sementara sungai harus dijaga dari tumpukan sampah.
Achmad juga mengingatkan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya menyangkut kondisi saat ini, tetapi berkaitan erat dengan masa depan generasi berikutnya.
“Jangan sampai kita justru mewariskan sesuatu yang buruk kepada generasi berikutnya. Mari kita perbaiki hutan yang gundul, benahi saluran yang mampet, jaga sungai dari sampah, dan lakukan berbagai ikhtiar perlindungan alam lainnya,” pesannya.
Pelantikan LPBI PCNU Banyuwangi menjadi momentum awal untuk memperkuat peran NU dalam menghadapi persoalan kebencanaan dan perubahan iklim.
Melalui semangat “LPBI Siap Jaga Bumi”, LPBI PCNU Banyuwangi didorong tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan edukasi berkelanjutan, membangun kesadaran ekologis, serta menggerakkan aksi nyata di tengah masyarakat.
Gerakan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjadi bagian dari khidmah NU dalam menjaga keselamatan umat dan keberlangsungan alam bagi generasi mendatang. (amn)
- person


Saat ini belum ada komentar