Ratusan Warga Blokade Aktivitas PT BSI di Tambang Rakyat Pesanggaran Banyuwangi
- News
- calendar_month Senin, 3 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ratusan warga Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, melakukan aksi protes besar terhadap aktivitas penambangan emas yang dilakukan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) pada Senin, 3 November 2025. Aksi ini merupakan bentuk penolakan masyarakat terhadap kegiatan pengeboran perusahaan yang disebut telah memasuki area tambang rakyat yang selama ini dikelola secara tradisional.
Masyarakat menilai tindakan tersebut melanggar batas wilayah tambang rakyat yang menjadi sumber penghidupan warga sekitar Gunung Tumpang Pitu. Dalam aksi tersebut, warga juga melakukan blokade terhadap karyawan PT BSI yang tengah melakukan kegiatan pengeboran.
Perwakilan tambang rakyat, Tri Tresno Sukowono (52), menegaskan bahwa masyarakat menolak dengan tegas aktivitas yang dilakukan perusahaan tersebut. “PT BSI masuk ke dalam area tambang rakyat dan melakukan aktivitas pengeboran. Kami melakukan protes dan menolak dengan tegas,” ujar Tri Tresno.
Warga menuntut agar PT BSI segera menghentikan seluruh kegiatan pengeboran dan meninggalkan area tambang yang telah lama mereka kelola. “Kami ingin PT BSI segera meninggalkan area tambang rakyat,” tegasnya.
Menurut Tri Tresno, wilayah tambang rakyat di Petak 67 Gunung Tumpang Pitu sudah lama menjadi tempat masyarakat mencari nafkah. “Sudah sejak dulu kami mengelola tambang rakyat yang berlokasi di Petak 67 Gunung Tumpang Pitu,” jelasnya.
Tri Tresno juga memperingatkan bahwa jika perusahaan tetap bersikeras melakukan pengeboran di kawasan tersebut, masyarakat tidak akan tinggal diam. “Jika PT BSI tetap ngotot melakukan pengeboran di area tambang rakyat, jangan salahkan jika nanti masyarakat akan menggelar aksi yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Aksi ini diikuti oleh lebih dari 500 warga yang merasa hak mereka terancam akibat aktivitas PT BSI. Mereka bersatu menuntut kejelasan batas wilayah tambang antara perusahaan dengan masyarakat.
Selain itu, perwakilan warga juga telah berkoordinasi langsung dengan pihak PT BSI untuk menyampaikan tuntutan mereka. “Sudah dikoordinasikan. Tuntutan kami juga sudah disampaikan,” pungkas Tri Tresno.
Aksi protes ini menjadi peringatan serius bagi perusahaan tambang agar menghormati batas hak kelola masyarakat lokal. Masyarakat Pesanggaran berharap agar pemerintah daerah turun tangan untuk menengahi persoalan antara PT BSI dengan para penambang tradisional agar tidak terjadi konflik yang lebih besar di kemudian hari.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar