Rangkaian Puisi untuk Pahlawan: DKB, Lentera Sastra, dan BCM Rayakan Hari Pahlawan di Taman Blambangan
- News
- calendar_month Senin, 10 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Taman Blambangan Banyuwangi menjadi saksi kebersamaan antara seni dan patriotisme dalam peringatan Hari Pahlawan, Minggu, 9 November 2025. Dewan Kesenian Blambangan (DKB) bekerja sama dengan Lentera Sastra Banyuwangi dan Banyuwangi Creative Market (BCM) menghadirkan kegiatan bertema “Apresiasi Puisi untuk Pahlawan”. Kegiatan ini menggabungkan pembacaan puisi, diskusi lintas komunitas seni, hingga ruang literasi yang menghidupkan semangat kebudayaan lokal.
Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Hasan Basri, dalam sambutannya menuturkan bahwa sastra Banyuwangi telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. “Banyak karya sastra hadir dalam tembang, lagu-lagu Blambangan, hingga perangkat tradisi lainnya. Bahkan kewajiban dalam adat dapat dimaknai sebagai wujud sastra,” ucap Hasan Basri. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen DKB untuk menjaga eksistensi seni sastra dan memberi wadah bagi generasi muda agar terus berkarya.
Sebagai bentuk penghormatan, Hasan Basri membacakan puisi khusus untuk mengenang prajurit ALRI 0032 yang gugur di Pantai Boom. Puisi itu menjadi pengingat akan perjuangan heroik masyarakat Banyuwangi dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Turut hadir Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, yang membacakan puisi berjudul “Pahlawan Itu Bernama Rakyat”. Usai penampilannya, Kombes Rama menerima buku antologi puisi Lentera Sastra Banyuwangi berjudul “Hebat Bersama Umat”. Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Lentera Sastra Banyuwangi sebagai simbol sinergi antara aparat dan komunitas budaya.
Tak ketinggalan, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, membacakan puisi dari buku yang sama. Melalui karya “Hebat Bersama Umat”, Syafaat mengingatkan pentingnya solidaritas dan perjuangan sosial sebagai wujud semangat kepahlawanan masa kini.
Kolaborasi tiga unsur — DKB, Lentera Sastra, dan BCM — menciptakan harmoni antara seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Kehadiran BCM setiap Minggu pagi di Taman Blambangan menambah semarak kegiatan, menghadirkan kuliner tradisional dan produk UMKM yang mendukung kreativitas lokal.
Hasan Basri menegaskan perlunya kesinambungan kegiatan seperti ini. “Perlu adanya keberlanjutan dari komunitas-komunitas sastra yang ada di Banyuwangi. Ruang seperti ini penting untuk merawat tradisi dan mendorong generasi baru untuk berkarya,” tuturnya.
Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekhidmatan, menegaskan bahwa Banyuwangi bukan hanya kota wisata, tetapi juga rumah bagi para seniman dan pejuang literasi. Melalui “Apresiasi Puisi untuk Pahlawan”, masyarakat diajak kembali mengenang jasa para pahlawan sekaligus menyalakan semangat berkarya bagi masa depan.
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar