Bupati Ungkap Penyebab Longsor Gunung Gamping, Perhutani Diminta Tanam Ulang Tanaman Keras
- Pemerintahan
- calendar_month Minggu, 23 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau lokasi longsor di kawasan Gunung Gamping, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pada Minggu (23/11/2025). Longsoran terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, namun investigasi menunjukkan ada faktor lain yang memperparah kondisi tebing.
Sejak pagi hari, warga dibantu Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan Dinas PU Pengairan telah melakukan pembersihan material longsor agar akses masyarakat tetap aman.
Bupati Ipuk menyampaikan bahwa longsor di Gunung Gamping bukan peristiwa baru. Berdasarkan laporan BPBD, lokasi tersebut mengalami longsoran berulang dalam beberapa tahun terakhir.
Penyebab utama kerentanan tebing adalah perubahan fungsi lahan. Area yang sebelumnya ditanami tanaman keras kini diganti dengan pohon pisang, yang akarnya tidak mampu mengikat tanah sekuat tanaman berkayu besar.
“Kami sudah koordinasi dengan Perhutani. Area ini harus segera ditanami kembali tanaman keras agar struktur tanah semakin kuat,” tegas Ipuk.
Langkah mitigasi jangka panjang disiapkan Pemkab Banyuwangi untuk mencegah longsor susulan, terutama karena wilayah Gunung Gamping menjadi jalur vital warga di dua desa.
Selain itu, pembersihan material longsor dilakukan secara intensif menggunakan alat semprot truk pemadam kebakaran, memastikan jalur kembali aman dilalui.
Kalaksa BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, menambahkan bahwa penanganan banjir dan longsor dilakukan serentak bersama tim gabungan.
“Selain 739 KK terdampak banjir, penanganan longsor di Gunung Gamping juga menjadi prioritas karena terjadi berulang,” jelasnya.
Pemkab Banyuwangi bersama Perhutani dan unsur terkait akan menyusun rencana reboisasi dan penguatan tebing sebagai langkah permanen mitigasi. (**)
- person


Saat ini belum ada komentar