Presiden Prabowo Dorong Jalur Kereta Cepat Sampai Banyuwangi, Bupati Ipuk Sambut dengan Antusias
- News
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana untuk memperluas jalur kereta cepat Whoosh agar tidak berhenti di Surabaya, melainkan diteruskan hingga Banyuwangi. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo setelah meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa, 4 November 2025.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan keinginannya agar proyek strategis nasional ini menjangkau wilayah paling timur Pulau Jawa. “Insyaallah, Insyaallah. Saya minta tidak hanya Surabaya. Banyuwangi. Banyuwangi (Kereta Cepat sampai Banyuwangi),” ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa pembangunan kereta cepat tidak cukup berhenti di Surabaya. “Banyuwangi. Sekarang Banyuwangi,” tegas Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo atas perhatian besar terhadap wilayahnya. “Ini kabar gembira bagi daerah, terutama warga Banyuwangi. Kami berterima kasih dan siap mendukung program pemerintah pusat untuk memperpanjang kereta cepat sampai ke Banyuwangi,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, pembangunan kereta cepat Banyuwangi akan menjadi babak baru bagi konektivitas di Jawa Timur bagian timur. Dengan adanya jalur ini, arus manusia dan barang antarwilayah akan lebih cepat dan efisien. “Keberadaan kereta cepat hingga Banyuwangi akan memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pariwisata, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Selama ini, Banyuwangi sudah memiliki infrastruktur transportasi yang cukup lengkap. Selain jalur kereta api, terdapat pula Bandara Banyuwangi yang melayani penerbangan langsung dari dan ke Jakarta serta Surabaya. Tak hanya itu, pelabuhan Ketapang yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali juga menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia.
“Dengan adanya kereta cepat, kian melengkapi konektivitas daerah-daerah di ujung timur Jawa,” jelas Ipuk Fiestiandani.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Banyuwangi, jumlah wisatawan domestik pada tahun 2024 mencapai 3,2 juta orang, meningkat dari 3,1 juta pada 2023. Sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 122.904 orang, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 69.639.
Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan tersebut turut beriringan dengan meningkatnya pengguna transportasi kereta api. Bahkan, pada libur panjang awal Mei lalu, jalur kereta menuju Banyuwangi masuk dalam tiga besar rute terpadat di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tren peningkatan jumlah penumpang ke Banyuwangi setiap tahunnya.
“Semakin meningkatnya konektivitas ke daerah-daerah secara merata, termasuk ke Banyuwangi, tentu akan membuat ekonomi tumbuh lebih cepat,” pungkas Ipuk.
Langkah Presiden Prabowo memperpanjang jalur kereta cepat Banyuwangi menjadi sinyal kuat bahwa pemerataan pembangunan di Pulau Jawa akan semakin terasa, sekaligus membuka peluang besar bagi kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar