Polresta Banyuwangi Ajak Perguruan Silat Bersatu, Ikrar Kebersamaan Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan
- News
- calendar_month Jumat, 21 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Dalam rangka memperkuat situasi keamanan daerah dan mendorong terciptanya hubungan harmonis antarpaguron, Polresta Banyuwangi menggelar kegiatan pembinaan bagi pengurus serta petugas keamanan perguruan silat se-Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan di Rupatama Wira Pratama pada hari Jumat, 21 November 2025, dan menjadi momentum penting bagi seluruh perguruan silat di wilayah Banyuwangi untuk mengukuhkan persatuan.
Kegiatan pembinaan ini mengangkat tema besar, yaitu “Merajut Kerukunan, Mengokohkan Persaudaraan; Perguruan Silat Bersatu untuk Kamtibmas Banyuwangi yang Aman dan Kondusif.” Tema tersebut mencerminkan harapan agar seluruh perguruan silat mampu menempatkan nilai persaudaraan sebagai dasar kebersamaan, terlebih di tengah dinamika sosial yang kerap menimbulkan gesekan antarkelompok.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menugaskan Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., untuk membuka kegiatan secara langsung. AKBP Teguh Priyo Wasono hadir bersama Kasat Binmas Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., serta Ketua IPSI Banyuwangi Jamoto. Dari total undangan, 101 peserta tercatat hadir, sementara lima perguruan dikonfirmasi tidak dapat mengikuti acara tersebut.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan dan penandatanganan Ikrar Bersama. Ikrar ini memuat komitmen mempererat hubungan antarpaguron, menghindari potensi pertentangan, serta mendukung terciptanya keamanan wilayah. Beberapa peserta secara terbuka menyampaikan apresiasinya. Salah satu peserta mengatakan, “Kami sangat mendukung program ini. Kesempatan untuk berkumpul dan mengucapkan ikrar bersama membuat hubungan antarperguruan semakin baik.”
Dalam penyampaiannya, peserta tersebut juga menyebut bahwa momen ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab Polresta Banyuwangi, tetapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk perguruan silat.
Setelah prosesi ikrar kebersamaan perguruan silat Banyuwangi selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan dari sejumlah fungsi utama di lingkungan Polresta Banyuwangi. Materi pertama disampaikan oleh Satlantas yang menekankan pentingnya tertib berlalu lintas serta tata kelola pengamanan saat acara besar. Edukasi ini diperlukan karena kegiatan perguruan silat seringkali melibatkan banyak anggota, sehingga pemahaman keselamatan menjadi hal utama.
Dilanjutkan dengan materi dari Satnarkoba yang memaparkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sementara itu, Satreskrim memberikan penjelasan mengenai potensi konflik dan aturan hukum yang kerap berkaitan dengan interaksi antarpaguron. Satbinmas pun ikut berperan dengan memberikan pembinaan mengenai peran keamanan internal perguruan, sedangkan Dispora Banyuwangi menutup sesi dengan materi tentang pembinaan kepemudaan dan peran olahraga dalam menciptakan generasi yang disiplin serta berkarakter positif.
Pembekalan tersebut dirancang agar semua paguron memiliki pemahaman yang sejalan dalam menjaga keamanan, baik saat menggelar kegiatan internal maupun ketika berinteraksi dengan perguruan lain. Dengan adanya sinergi keamanan perguruan silat, pencegahan konflik dapat dilakukan sejak dini dan potensi masalah dapat ditangani secara lebih efektif.
Pada akhir kegiatan, setiap peserta menerima T-shirt Persaudaraan Perguruan Silat sebagai simbol kebersamaan sekaligus sarana memperkuat komunikasi. Banyak peserta mengapresiasi langkah Polresta Banyuwangi karena kegiatan ini dinilai tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memberikan pemahaman yang jelas mengenai pentingnya kolaborasi dengan pihak kepolisian. Harapan besar muncul agar ikrar kebersamaan perguruan silat Banyuwangi dapat terus dijaga dan menjadi landasan kuat untuk menjaga keamanan daerah secara berkelanjutan.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar