Demo Besar-besaran di Banyuwangi, Pemuda Kandangan dan Sarongan Bersatu Gempur PT BSI Besok Pagi!
- News
- calendar_month Minggu, 9 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pesanggaran, infobanyuwangi.com – Gelombang protes terhadap aktivitas tambang emas di Banyuwangi kembali memanas. Pemuda Kandangan dan Sarongan yang tergabung dalam Pemuda Kansa menegaskan akan tetap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan pintu masuk PT Bumi Suksesindo (BSI) di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pada Senin, 10 November 2025.
Tekad bulat itu disampaikan langsung oleh salah satu koordinator aksi, Puji Miswantoro. Menurutnya, meski sempat diajak berdialog oleh pihak perusahaan, keputusan untuk turun ke jalan sudah final.
“Meskipun kami diajak komunikasi untuk membicarakan soal pemberdayaan dan CSR, aksi demo tetap akan kami gelar,” tegas Puji Miswantoro, Minggu (9/11/2025).
Diketahui, pada Jumat (7/11/2025) lalu, pihak manajemen PT BSI sempat mengundang perwakilan Pemuda Kansa untuk berdialog di sebuah warung di Kecamatan Siliragung. Namun, pertemuan itu dinilai tidak menghasilkan pembicaraan yang berarti.
“Pertemuan itu tidak berlanjut membahas hal yang urgent karena petinggi dari PT BSI tidak hadir. Hanya ada Pak Asadi dari pihak eksternal yang datang,” ungkap Wantoro.
Sementara itu, Mochamad Asadi yang disebut hadir dalam pertemuan tersebut membenarkan adanya komunikasi awal dengan perwakilan warga.
“Benar, kami bertemu dengan mereka. Tapi baru sebatas pembicaraan awal. Akan dijadwalkan lagi,” ujar Asadi saat dikonfirmasi.
Dalam aksi yang akan digelar besok, Pemuda Kansa membawa dua isu utama, yakni terkait aktivitas eksplorasi PT Damai Suksesindo (DSI) dan kegiatan pertambangan PT BSI di Gunung Tumpangpitu.
PT DSI yang merupakan anak perusahaan PT BSI saat ini melakukan eksplorasi di kawasan Gunung Salakan dan sekitarnya. Kedua wilayah tersebut masih berada dalam Kecamatan Pesanggaran.
“Kami mendesak agar izin usaha pertambangan (IUP) PT DSI yang akan berakhir pada 26 Januari 2026 tidak diperpanjang, bahkan kalau bisa dicabut,” jelas Puji.
Warga dari tiga desa Kandangan, Sarongan, dan Sumberagung disebut sudah sepakat untuk bergerak bersama menolak eksplorasi baru. Mereka khawatir akan muncul dampak lingkungan seperti yang terjadi di Gunung Tumpangpitu beberapa tahun lalu.
“Kami tidak ingin ada korban Gunung Tumpangpitu jilid dua,” tegas Puji.
Aksi ini diperkirakan akan diikuti ratusan warga dari tiga desa yang tergabung dalam gerakan penolakan tambang tersebut. Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan belum memberikan keterangan resmi terkait pengamanan aksi esok hari.(**)
- person


Saat ini belum ada komentar