Ikuti Kami

light_mode
light_mode
News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Seblang Olehsari 2026 Hadir dengan Penari Baru dan Ritual Sakral Memikat Wisatawan, Jadi Ikon Budaya Banyuwangi saat Libur Lebaran

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

InfoBanyuwangi.com – Seblang Olehsari 2026 kembali hadir sebagai salah satu tradisi sakral yang paling dinantikan di Banyuwangi. Ritual ini digelar di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, mulai hari Senin, (23/03/2026) dan berlangsung hingga tujuh hari ke depan, tepatnya sampai (29/03/2026). Kegiatan ini selalu menjadi magnet kuat bagi masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah.

Tradisi ini merupakan peninggalan leluhur yang masih dijaga dengan penuh penghormatan. Seblang bukan hanya sekadar tarian, tetapi juga ritual spiritual yang dipercaya memiliki kekuatan magis. Setiap gerakan yang ditampilkan oleh penari mengandung makna mendalam yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat setempat.

Nuansa mistis menjadi ciri khas utama dari Seblang Olehsari 2026. Penari tampil dalam kondisi tidak sadar, yang diyakini sebagai bentuk kerasukan energi leluhur. Kondisi tersebut membuat pertunjukan terasa sakral dan memberikan pengalaman berbeda bagi para penonton yang menyaksikan secara langsung.

Ritual Seblang dilaksanakan sebagai bentuk tolak bala dan bersih desa. Tujuan utamanya adalah memohon keselamatan serta menghindarkan masyarakat dari berbagai bencana. Tradisi ini selalu dilaksanakan setiap awal bulan Syawal sebagai bagian dari warisan budaya yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya tersebut. “Banyuwangi sangat kaya akan tradisi adat dan budayanya. Kami akan tetap berupaya melestarikan tradisi ini sebagai warisan leluhur,” kata Ipuk. Pernyataan ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga budaya lokal.

Seblang Olehsari 2026 juga menjadi bagian dari agenda Banyuwangi Attraction yang rutin digelar untuk mendukung sektor pariwisata. Keunikan tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat momen libur Lebaran ketika jumlah wisatawan meningkat signifikan.

“Selain menjadi telah menjadi tradisi masyarakat, Seblang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berlibur di Banyuwangi selama libur lebaran ini,” tambah Ipuk. Tradisi ini terbukti mampu mengangkat potensi wisata budaya di daerah tersebut.

Tahun ini, perhatian publik tertuju pada penari baru yang menjalani debutnya. Sayu Apriliani dipercaya untuk menggantikan Putri Ramadhani yang sebelumnya telah menjalankan peran selama tiga tahun. Kehadiran penari baru ini menjadi daya tarik tambahan yang membuat acara semakin dinantikan.

Sayu Apriliani merupakan anak dari Muhammad Putra Wahyudi dan Irawati. Proses pemilihan penari dilakukan melalui ritual khusus yang melibatkan unsur spiritual. Penari harus memiliki garis keturunan dari penari sebelumnya sebagai bentuk kesinambungan tradisi.

Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan acara. “Saya sangat bersyukur ritual adat Seblang Olehsari tahun ini berlangsung lancar. Ritual sakral ini dapat disaksikan oleh masyarakat luas, baik warga lokal maupun luar Banyuwangi,” ungkap Joko.

Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Seblang Olehsari 2026 tetap relevan dan diminati. Ribuan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan langsung ritual yang sarat nilai budaya tersebut.

Dengan kekuatan tradisi yang terus dijaga, Seblang Olehsari 2026 tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga aset pariwisata yang berharga. Keunikan dan nuansa mistisnya menjadikan tradisi ini sebagai salah satu ikon budaya Banyuwangi yang terus hidup di tengah modernisasi.**

Bagikan Threads

Penulis

Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pak Lek Suwito, Mestinya Anda Jangan Ngluntruk

    Pak Lek Suwito, Mestinya Anda Jangan Ngluntruk

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Opini : Ditulis Netizens Shulhan Hadi, Purwoharjo, (19/11/2025) Suwito, saya tidak punya hubungan apa-apa dengannya. Seingat saya, kami hanya bertemu sekali dalam sebuah lomba lari yang ia sponsori beberapa tahun lalu. Itu saja. Tapi dalam beberapa hari terakhir, namanya meledak. Pernyataannya memantik sebagian kepala desa naik darah. Mendadak semua mata tertuju pada Suwito dan semoga […]

  • Liburan Berujung Duka, Balita Tewas Tenggelam di Banyuwangi Park

    Liburan Berujung Duka, Balita Tewas Tenggelam di Banyuwangi Park

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Haya
    • 0Komentar

    Peristiwa tragis terjadi di tempat wisata Banyuwangi Park yang berlokasi di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (1/11/2025). Seorang balita bernama Muhammad Zihan Firdaus (4) meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang dewasa kawasan wisata tersebut. Kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB, saat korban datang bersama kedua orang tuanya, Ahmad Linuriyahu Rohman (24) dan […]

  • Abaikan Diponegoro, PSSI Jatim Pilih Stadion Tanpa Lampu

    Abaikan Diponegoro, PSSI Jatim Pilih Stadion Tanpa Lampu

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Kabar mengejutkan datang dari pemilihan stadion semifinal Liga 4 Jawa Timur. Asprov PSSI Jatim justru memilih Stadion Ketonggo Ngawi, yang kondisinya jauh dari kata ideal dibandingkan Stadion Diponegoro. Stadion Ketonggo bahkan tidak memiliki fasilitas lampu, menimbulkan pertanyaan besar terkait standar yang diterapkan. Keputusan ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Stadion Diponegoro sebenarnya memiliki […]

  • Banyuwangi Raih Penghargaan Nasional, Bukti Nyata Keberhasilan Tata Kelola Daerah

    Banyuwangi Raih Penghargaan Nasional, Bukti Nyata Keberhasilan Tata Kelola Daerah

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Kinerja optimal dalam menyelenggarakan pemerintahan kembali membawa Banyuwangi meraih pengakuan dari tingkat nasional. Kabupaten ini mendapat gelar “Kinerja Tinggi” berdasarkan evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) oleh Kemendagri. Penilaian LPPD dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemerintah daerah dapat menjalankan tugasnya secara akuntabel dan transparan. Cakupan penilaian menyentuh berbagai bidang strategis seperti pengelolaan anggaran, […]

  • Penyandang Disabilitas Mendapat Tiket Gratis Dari Persewangi Banyuwangi

    Penyandang Disabilitas Mendapat Tiket Gratis Dari Persewangi Banyuwangi

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Persewangi Banyuwangi memberikan tiket cuma-cuma kepada penyandang disabilitas yang ingin menyaksikan pertandingan babak 16 besar Grup II Liga 4 Jatim di Stadion Diponegoro. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para penyandang disabilitas untuk menikmati pertandingan sepak bola. Humas Persewangi Banyuwangi, Rudi H Latif mengatakan bahwa kebijakan itu merupakan bentuk kepedulian manajemen terhadap […]

  • Ngopi Sepuluh Ewu di Banyuwangi, Tradisi Suku Osing yang Menyeduh Keramahan Lewat Secangkir Kopi

    Ngopi Sepuluh Ewu di Banyuwangi, Tradisi Suku Osing yang Menyeduh Keramahan Lewat Secangkir Kopi

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Glagah, infobanyuwangi.com – Festival Ngopi Sepuluh Ewu kembali digelar di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu malam (8/11/2025). Ribuan cangkir kopi disuguhkan untuk para pengunjung sebagai simbol keramahan masyarakat adat Suku Osing. Desa Kemiren dikenal sebagai desa adat yang masih memegang teguh ajaran leluhur. Salah satu nilai penting yang dijunjung tinggi adalah konsep suguh, gupuh, […]

expand_less