Pemkab Banyuwangi dan PMI Bangun Rumah Lebih Aman, Metode Retrofitting Jadi Andalan
- News
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam melindungi warganya dari ancaman bencana gempa terus diperkuat melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah program bedah rumah dengan metode retrofitting, yakni penguatan struktur rumah agar lebih tahan terhadap guncangan gempa. Program ini diresmikan di Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Selasa, 30 Desember 2025.
Program bedah rumah Banyuwangi ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi rawan gempa. Pemkab Banyuwangi dan PMI melakukan renovasi rumah warga dengan pendekatan teknis yang mengutamakan keselamatan tanpa menghilangkan fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman.
Metode retrofitting diterapkan dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan. Bagian-bagian utama seperti dinding, kolom beton, rangka atap, bukaan pintu, dan teras menjadi fokus utama untuk diperkuat sesuai standar rumah tahan gempa.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang sangat penting. Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa perlindungan terhadap warga harus dilakukan sebelum bencana terjadi.
“Program bedah rumah retrofitting ini adalah upaya preventif untuk perlindungan warga. Korban jiwa bisa dihindari,” kata Ipuk Fiestiandani.
Menurut Ipuk Fiestiandani, konsep rumah retrofitting tidak hanya memperkuat struktur bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hunian dari sisi kesehatan. Aspek sanitasi, sirkulasi udara, pencahayaan, dan ketersediaan air bersih menjadi perhatian dalam pembangunan rumah tersebut.
Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa program ini mengusung konsep rumah sederhana namun sehat. Dengan pendekatan tersebut, warga tidak hanya mendapatkan rumah yang lebih aman dari gempa, tetapi juga lebih layak untuk ditinggali dalam jangka panjang.
Pemkab Banyuwangi berencana mengadopsi model rumah retrofitting ini secara bertahap ke dalam program bedah rumah yang lebih luas. Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa rumah yang dibangun harus memenuhi dua aspek utama, yakni layak huni dan layak aman.
Sementara itu, Ketua PMI Banyuwangi Mujiono menyampaikan bahwa PMI telah memulai program rumah retrofitting sejak tahun 2021. Hingga kini, sudah ada 12 unit rumah tahan gempa yang dibangun dan tersebar di beberapa kecamatan rawan gempa.
Kecamatan tersebut antara lain Glagah, Blimbingsari, Songgon, Tegaldlimo, dan Purwoharjo. Rumah-rumah tersebut difungsikan sebagai contoh bagi masyarakat sekitar agar dapat meniru konsep pembangunan yang aman.
“Rumah ini menjadi model atau percontohan bagi pembangunan rumah tahan gempa di sekitarnya. Pembangunannya menggunakan dana hibah dari Pemkab Banyuwangi, sementara PMI merupakan inisiator program sekaligus sebagai pelaksana pembangunannya,” kata Mujiono.
Mujiono yang juga Wakil Bupati Banyuwangi menambahkan bahwa PMI turut memberikan pelatihan bangunan retrofitting kepada ratusan peserta dari berbagai latar belakang. Peserta pelatihan meliputi tukang bangunan, pekerja konstruksi, kontraktor kecil, anggota SIBAT, dan tokoh masyarakat.
Pelatihan tersebut bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan teknis tentang pembangunan rumah tahan gempa. Materi yang diberikan mencakup pemilihan material, ukuran struktur, serta teknik pembangunan yang sesuai standar keamanan.
Selain menjalankan program retrofitting penuh, PMI Banyuwangi juga melaksanakan bedah rumah bagi warga pra sejahtera dengan metode semi retrofitting. Langkah ini diharapkan mampu memperluas manfaat program rumah tahan gempa dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Banyuwangi terhadap bencana alam.*
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar