Peringati Hari Armada RI 2025, Posal Pengambengan Tanam Ratusan Pohon
- Pemerintahan
- calendar_month Senin, 8 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jembrana, InfoBanyuwangi.com – Pos Angkatan Laut (Posal) Pengambengan menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menanam ratusan pohon di wilayah Desa Pengambengan, Jembrana, Bali, Dalam rangka memperingati Hari Armada Republik Indonesia Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Armada RI yang jatuh pada 5 Desember 2025.
Peringatan tahun ini mengusung tema: “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, Koarmada RI Siap Mempersatukan Kekuatan Laut Nusantara untuk Mengantarkan Rakyat Sejahtera, Bersatu, Berdaulat Menuju Indonesia Maju”.
Dipimpin langsung Komandan Posal Pengambengan, Letda Laut (P) I Komang Didik Wirahadi, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait. Letda Komang Didik menjelaskan bahwa Posal Pengambengan merupakan satuan pelaksana terkecil di bawah Pangkalan TNI AL Denpasar yang memiliki tugas menjaga keamanan serta kelestarian wilayah maritim.
Pada kegiatan kali ini, ratusan pohon Ketapang Kencana ditanam di Patral 2 Kampung Bahari Nusantara, Desa Pengambengan. Selain itu, penanaman pohon mangrove juga dilakukan di sekitar kawasan Posal sebagai upaya memperkuat ekosistem pesisir.
Berbagai elemen masyarakat hadir, mulai dari Babinsa, Bimas, Polairud, kepala kewilayahan, hingga warga setempat, yang turut memeriahkan aksi penghijauan tersebut.
“Ini merupakan momentum kebersamaan untuk menjaga alam, baik di laut maupun di darat. Kegiatan ini merupakan bagian dari konsep Sad Kerthi, enam upaya menjaga kesucian alam semesta. Penanaman pohon kami lakukan untuk mencegah abrasi dan menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Letda Komang Didik Wirahadi.
Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam adalah bentuk nyata dari Wana Kerthi, salah satu prinsip dalam Hindu Bali yang menekankan pentingnya memelihara hutan dan pegunungan sebagai paru-paru dunia. Konsep tersebut dijalankan secara sekala (fisik) melalui pemeliharaan nyata, serta niskala (spiritual) melalui upacara dan penghormatan budaya.
“Laut biru dan darat hijau adalah keseimbangan yang harus dijaga bersama. Jangan sampai kita merusak alam, baik laut maupun daratan. Langkah sederhana seperti penanaman pohon memiliki dampak besar bagi keberlangsungan hidup,” tambahnya.
Letda Komang Didik berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekologi pesisir, melestarikan mangrove, serta melakukan penghijauan sebagai upaya mencegah abrasi dan gelombang pasang. Menurutnya, keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan pelestarian lingkungan jangka panjang. (edi/amn)
- person


Saat ini belum ada komentar