Miris! Pasien Stroke Ringan Pemegang BPJS Kesehatan Ditolak Rumah Sakit Karena Kuota Penuh, Tak Ada Pemberitahuan
- Peristiwa
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Seorang pasien BPJS Kesehatan, Yohana Utasih Hardini, mengaku tidak bisa mendapatkan pelayanan medis di sebuah rumah sakit lantaran kuota pasien telah penuh. Padahal, ia datang untuk kontrol rutin penyakit stroke ringan yang dideritanya.
Yohana menceritakan bahwa ia sudah mengantre sejak pagi, namun tetap tidak bisa dilayani karena rumah sakit hanya menerima sekitar 20 hingga 25 pasien.
“Di rumah sakit itu ndak bisa diterima, soalnya kuotanya habis. Hanya terima sampai 20–25,” ujarnya.
Lebih ironis lagi, Yohana menyebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya terkait pembatasan kuota tersebut. “Tidak ada pemberitahuan. Jadi saya kecelek,” katanya.
Yohana yang datang membawa surat kontrol dari dokter saraf mengaku kondisinya semakin melemah. Ia tampak gemetar akibat gejala tremor yang merupakan bagian dari penyakitnya.
“Obatnya habis,” tambahnya.
Menurut penuturannya, selama ini ia selalu bisa mendapatkan pelayanan tanpa kendala. “Dulu sampai nomor 35 masih diterima. Tapi sekarang nomor 20 saja ditolak,” katanya.
Yohana juga mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit hanya menyarankan untuk memperbarui pendaftaran tanpa memberikan solusi lain.
“Tidak ada solusi. Disuruh pulang karena kuota habis,” ungkapnya.
Anak Yohana yang mendampingi bahkan sempat menunjukkan rasa kecewa terhadap petugas karena pelayanan yang dianggap mendadak dan membingungkan.
Meski kecewa, Yohana berharap kondisinya segera membaik dan pelayanan kesehatan ke depan bisa lebih jelas dan manusiawi. “Semoga lekas sembuh,” tutupnya. (**)
- person


Saat ini belum ada komentar