Festival Kebangsaan Banyuwangi 2025: Perayaan Multikultur yang Satukan Keragaman
- Seni Budaya
- calendar_month Senin, 24 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Suasana Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan berubah meriah saat Festival Kebangsaan 2025 digelar pada Sabtu malam (22/11/2025). Acara yang diinisiasi Pemkab Banyuwangi ini menjadi ajang perayaan keberagaman budaya serta momentum memperkuat toleransi antar etnis di Bumi Blambangan.
Sebagai daerah multikultur, Banyuwangi telah lama dikenal dihuni oleh berbagai suku dan etnis. Selain suku asli Osing, ada pula Jawa, Madura, Bali, Bugis, Mandar, Tionghoa, hingga Arab. Keragaman ini menciptakan kekayaan tradisi dan kebudayaan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang membuka acara menegaskan bahwa kerukunan yang terjaga menjadi kunci kokohnya Banyuwangi sebagai daerah yang damai dan harmonis.
“Festival Kebangsaan menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan. Kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang, tetapi kekuatan besar untuk membangun Banyuwangi,” ujarnya.
Acara berlangsung sangat meriah dengan suguhan berbagai atraksi seni budaya. Pengunjung disuguhkan tari Barongsai, tari Tanduk Majeng, dan sendratari Kembang Sak Ronce yang menggambarkan keindahan budaya lokal. Puncak perhatian jatuh pada tari kolaborasi suku Mandar, Jawa, dan Madura yang berhasil memadukan ritme, gerak, dan kostum dari tiga etnis berbeda.
Mujiono menambahkan bahwa ajang seperti ini adalah pengingat bahwa toleransi harus terus dirawat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang menjaga kerukunan Banyuwangi. Mari kita terus bergandengan tangan mewujudkan daerah yang semakin maju dan sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banyuwangi Agus Mulyono menjelaskan bahwa Festival Kebangsaan tahun ini mengusung konsep Trilogi Pemuda, Suku, dan Budaya. Menurutnya, tiga elemen tersebut adalah fondasi penting dalam membentuk identitas bangsa yang kokoh dan majemuk.
Selain pertunjukan seni, acara juga diramaikan berbagai kompetisi kreatif yang melibatkan generasi muda. Di antaranya Lomba Band Kebangsaan untuk pelajar SD dan SMP, serta Lomba Video Kebangsaan untuk pelajar SMA.
Festival ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memenuhi area Gesibu, menandakan tingginya antusiasme warga terhadap kegiatan yang merayakan harmoni dalam keberagaman. (**)
- person


Saat ini belum ada komentar