Madrasah Banyuwangi Buktikan Kualitas, Sapu Bersih Juara Liga Puisi Radar 2025
- News Pendidikan
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Festival sastra terbesar di Banyuwangi, Liga Puisi Jawa Pos Radar Banyuwangi 2025, kembali menjadi ajang pembuktian para insan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Tahun ini, para guru dan siswa madrasah berhasil menorehkan sejarah baru dengan mendominasi podium juara di hampir semua kategori lomba.
Di tingkat MI/SD, empat dari lima finalis merupakan perwakilan madrasah. Gelar juara pertama berhasil dibawa pulang oleh Aura Latisha Ramadhani dari MIN 1 Banyuwangi, disusul oleh Azka Dzakiyatus Shaleha dari MI Darunnajah 2 Banyuwangi, serta Avilla Fikratud Putri Yuwono dan Refli Ahsan Mubaroqi dari MI Islamiyah Rogojampi. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa pembinaan sastra di madrasah terus menunjukkan perkembangan positif.
Keberhasilan tersebut juga diikuti oleh kategori SLTP. Azkia Kiska Al Kholid dari MTsN 1 Banyuwangi berhasil mengamankan posisi puncak. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga aktif mengembangkan kreativitas dan literasi sastra di kalangan pelajar.
Peran guru juga tidak kalah penting. Nuhbatul Fakhiroh, pendidik dari MTsN 1 Banyuwangi, sukses meraih juara pertama kategori guru setelah tahun lalu menempati posisi kedua. Ketekunan dan dedikasinya menjadi contoh nyata bahwa pembimbing madrasah memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi sastrawan muda.
Dr. Chaironi Hidayat selaku Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut.
“Prestasi ini tidak lepas dari peran para guru dan pembimbing di masing-masing madrasah. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh insan madrasah untuk terus berkarya, baik dalam bidang puisi maupun karya sastra lainnya,” tutur Dr. Chaironi.
Sementara itu, Syafaat, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, mengungkapkan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari kerja sama pembinaan yang telah berjalan dengan baik. Ia menambahkan bahwa Lentera Sastra siap mendukung madrasah lain agar semakin berkembang dalam dunia literasi.
Ajang Liga Puisi 2025 ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Banyuwangi, tetapi juga dari wilayah lain. Beberapa finalis dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo turut menambah persaingan sengit dan memperkaya atmosfer lomba.
Dominasi madrasah pada Liga Puisi Banyuwangi 2025 menjadi simbol kemajuan pendidikan di bawah Kemenag. Selain unggul dalam akademik dan spiritual, madrasah juga membuktikan kemampuannya sebagai pusat pengembangan seni dan sastra yang inspiratif bagi generasi muda.
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar