Ikuti Kami

light_mode
light_mode
News
Trending Tags

Warga Banyuwangi Tak Layak Terima Bansos? Ini Sejumlah Penyebab yang Muncul di Sistem Perlinsos

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

InfoBanyuwangi.com – Sejumlah warga Banyuwangi mulai mengajukan sanggahan setelah hasil seleksi program digitalisasi bantuan sosial atau perlindungan sosial (perlinsos) diumumkan kepada masyarakat. Dalam pengumuman tersebut, sebagian warga dinyatakan tidak layak sebagai penerima bantuan sosial karena berbagai faktor yang terdeteksi oleh sistem.

Program bansos digital Banyuwangi memang telah memasuki tahapan masa sanggah. Pada tahap ini, warga yang dinyatakan tidak layak menerima bantuan diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan jika alasan yang muncul dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Beberapa penyebab warga dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial antara lain karena tercatat memiliki kendaraan roda empat, daya listrik rumah di atas 900 watt, hingga kepemilikan sertifikat tanah lebih dari satu.

Salah satu warga yang mengalami kondisi tersebut adalah Endang Kartika, warga Desa Olehsari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Endang mengaku kaget setelah mengetahui hasil seleksi menyatakan dirinya tidak layak menerima bantuan sosial.

Dalam data yang dimiliki pemerintah, Endang tercatat mempunyai kendaraan roda empat dan perahu. Padahal menurut pengakuannya, kondisi ekonomi keluarga jauh dari kategori mampu.

“Tidak mungkin saya memiliki kendaraan itu. Suami saya kerjanya serabutan, kuli bangunan. Saya sendiri hanya di rumah, ngurus 2 anak. Rumah yang saya tempati juga statusnya masih rumah keluarga, punyanya hanya 1 sepeda motor,” aku Endang.

Setelah mengetahui hasil tersebut, Endang langsung mengajukan proses sanggah dengan bantuan agen perlinsos yang juga merupakan petugas desa. Dalam proses itu, Endang diminta mengisi formulir mengenai kondisi ekonomi keluarga.

Data yang diisi meliputi kondisi rumah, pekerjaan suami, hingga kendaraan yang benar-benar dimiliki oleh keluarga.

Endang kemudian mengingat bahwa beberapa waktu lalu sempat meminjamkan KTP kepada kerabatnya untuk membantu proses kredit kendaraan bermotor. Hal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab data kepemilikan kendaraan tercatat atas namanya.

Ketua Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTPD), Rahmat Danu Andika menjelaskan bahwa mekanisme sanggah memang disediakan agar masyarakat dapat memberikan klarifikasi apabila data yang muncul di sistem tidak sesuai dengan kondisi riil.

“Kasus Bu Endang yang kalau dilihat memang seharusnya layak sebagai penerima bansos, juga daya PLN 450 watt. Jadi negara memberikan kesempatan untuk menyanggah dan memberikan feedback ke pemerintah kondisi sebenarnya warga tersebut,” kata Andika.

Menurut Rahmat Danu Andika, seluruh data hasil sanggah yang disampaikan warga nantinya akan diverifikasi ulang oleh berbagai kementerian dan instansi terkait. Proses verifikasi tersebut melibatkan lembaga seperti Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan kebenaran data.

Jika hasil verifikasi menunjukkan kondisi warga sesuai dengan laporan sanggah, maka status penerima bantuan dapat berubah menjadi layak menerima bansos.

Selain itu, Rahmat Danu Andika juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan dokumen administrasi kependudukan seperti KTP.

Menurut Rahmat Danu Andika, peminjaman identitas kepada pihak lain untuk berbagai keperluan seperti kredit kendaraan dapat berdampak pada pencatatan data dalam sistem pemerintah.

“Hal ini membuat mereka yang seharusnya berhak mendapat bansos, akhirnya dinilai tidak layak mendapatkan bansos. Yang rugi kan ya warga sendiri,” jelas Andika.

Cerita berbeda datang dari warga lain yang justru dinyatakan layak sebagai penerima bantuan sosial melalui program bansos digital Banyuwangi.

Ibu Adiyah mengaku telah lama tidak pernah mendapatkan bantuan sosial. Namun melalui program digitalisasi bansos ini, Adiyah akhirnya dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

“Saya tinggal sendirian di rumah ini, pekerjaannya tukang mengikat sayur. Kalau mau lebaran bikin pesanan kue tetangga. Alhamdulillah, sekarang dinyatakan layak, semoga layak dapat bansos,” kata Adiyah.

Sebagai informasi, hasil seleksi penerima bansos digital Banyuwangi telah diumumkan sejak Senin, (02/03/2026). Dalam pengumuman tersebut warga dapat melihat status kelayakan mereka sebagai penerima bantuan sosial beserta alasan yang menjadi dasar penilaian.

Masyarakat dapat melihat pengumuman secara online melalui portal perlindungan sosial pemerintah di menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sistem digital tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membuat penyaluran bantuan sosial lebih transparan, tepat sasaran, dan terintegrasi dengan data kependudukan nasional.

Bagi warga yang merasa hasil seleksi tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pemerintah menyediakan fasilitas masa sanggah melalui kantor desa, kelurahan, atau agen perlinsos yang sebelumnya membantu proses pendaftaran.

Melalui mekanisme ini, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dapat benar-benar tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.**

Bagikan Threads

Penulis

Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Rakyat Banyuwangi Resmi Dibuka, Bupati Ipuk: Semoga Jadi Tempat Belajar yang Menyenangkan

    Sekolah Rakyat Banyuwangi Resmi Dibuka, Bupati Ipuk: Semoga Jadi Tempat Belajar yang Menyenangkan

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Tahun ajaran baru 2025/2026 jadi momen istimewa bagi 125 anak dari keluarga prasejahtera di Banyuwangi. Mereka kini punya rumah baru untuk belajar: Sekolah Rakyat. Program pendidikan berasrama yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini resmi dimulai di Kabupaten Banyuwangi pada Senin (14/7/2025). Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama perwakilan Kementerian Sosial hadir langsung dalam peluncuran […]

  • Detik-Detik Paus Raksasa Terdampar di Jembrana, Warga Berdatangan

    Detik-Detik Paus Raksasa Terdampar di Jembrana, Warga Berdatangan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Jembrana, InfoBanyuwangi.com – Seekor paus sperma berukuran raksasa terdampar di Pantai Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Peristiwa ini sontak menghebohkan warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat langsung mamalia laut tersebut. Berdasarkan rekaman video amatir warga, paus tersebut pertama kali ditemukan di bibir pantai dalam kondisi masih hidup. Namun, hewan laut itu tampak […]

  • PLN Putus Listrik Buruh Tani di Singojuruh, Diduga Curi Daya lewat Kabel Bolong

    PLN Putus Listrik Buruh Tani di Singojuruh, Diduga Curi Daya lewat Kabel Bolong

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Haya
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Sudah sebulan ini, Gimun hidup dalam kegelapan. Buruh tani warga Dusun Krajan Barat, Desa/Kecamatan Singojuruh ini sudah tak lagi mendapatkan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Meski terdapat meter listrik di rumahnya yang baru saja direnovasi sebulan lalu. Gimun sudah tak lagi mendapatkan layanan PLN, karena telah dituding melakukan dugaan pencurian listrik. […]

  • Ciptakan Akses Kerja, Puluhan Disabilitas Banyuwangi Dilatih Pertukangan

    Ciptakan Akses Kerja, Puluhan Disabilitas Banyuwangi Dilatih Pertukangan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmen menciptakan lingkungan inklusif bagi penyandang disabilitas. Salah satu upayanya dengan membuka akses kerja bagi disabilitas lewat pelatihan pertukangan yang dirancang khusus untuk mereka. Di tengah dominasi tenaga kerja non-disabilitas dalam sektor konstruksi, pelatihan pertukangan bagi penyandang disabilitas yang diadakan di Banyuwangi menjadi langkah nyata menuju inklusi. “Kami berharap […]

  • Polisi dan Kelompok Wanita Tani di Banyuwangi Aktif Berdayakan Pekarangan Pangan Lestari Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    Polisi dan Kelompok Wanita Tani di Banyuwangi Aktif Berdayakan Pekarangan Pangan Lestari Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi  Polda Jawa Timur,  terus mendukung program Ketahanan Pangan sebagai upaya mewujudkan Swasembada Pangan Indonesia. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan di lapangan, salah satunya dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Kabat Polresta Banyuwangi Bripka Made Jaya. Pada hari Senin, tanggal 12 Mei 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai, Bripka Made […]

  • Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda di Songgon Banyuwangi Jadi Simbol Konektivitas Baru dan Harapan Warga Terisolasi

    Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda di Songgon Banyuwangi Jadi Simbol Konektivitas Baru dan Harapan Warga Terisolasi

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    InfoBanyuwangi.com – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai di Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (30/03/2026). Momentum ini menjadi tonggak bersejarah bagi masyarakat setempat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur. Prosesi ground breaking dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P. Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi […]

expand_less