Kemiren Banyuwangi: Desa Osing yang Mengharumkan Indonesia Lewat Kopi dan Budaya
- News
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Desa Kemiren Banyuwangi adalah salah satu permata budaya Indonesia yang kini diakui dunia. Terletak di Kecamatan Glagah, desa ini menjadi pusat kehidupan Suku Osing, suku asli Banyuwangi yang masih menjaga nilai-nilai leluhur dengan teguh.
Festival Ngopi Sewu menjadi agenda wisata paling ikonik di Kemiren Banyuwangi. Dalam tradisi ini, ribuan cangkir kopi disuguhkan di depan rumah-rumah penduduk kepada para tamu yang datang. Festival ini bukan sekadar pesta kopi, melainkan simbol keramahan dan semangat gotong royong masyarakat Osing.
Desa Kemiren juga dikenal sebagai pelindung budaya tradisional. Arsitektur rumah kayu, bahasa Osing yang unik, hingga ritual seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, dan mocoan Lontar Yusuf masih lestari hingga kini. Selain itu, setiap Minggu pagi, masyarakat setempat menggelar Pasar Kuliner Tradisional yang menampilkan berbagai sajian khas seperti Pecel Pitik, Ayam Kesrut, dan jajan pasar yang menggugah selera.
Prestasi membanggakan diraih saat Desa Wisata Adat Osing Kemiren resmi menjadi bagian dari The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 oleh United Nations Tourism (UN Tourism). Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam acara Best Tourism Villages by UN Tourism 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting di Huzhou, China, pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Dari total 270 desa wisata yang mewakili 65 negara, Kemiren berhasil menonjol berkat keaslian budaya dan keberlanjutan sosial yang dijalankan oleh masyarakatnya. Hal ini membuktikan bahwa pelestarian budaya lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi dan identitas global.
Ketua Adat Osing, Suhaimi, menuturkan filosofi hidup masyarakatnya. “Kita diajarkan suguh, gupuh, lungguh dalam menerima tamu,” katanya. Ia menjelaskan bahwa setiap tamu harus disambut dengan suguhan, penuh semangat, dan diberikan tempat terbaik.
Filosofi ini tercermin dalam Festival Ngopi Sewu. Seperti diungkapkan Mbah Imik, “Ngopi sepuluh ewu ini adalah bentuk nyata dari suguh, gupuh, lungguh masyarakat Osing dalam menerima tamu.” Meski tidak menghasilkan kopi sendiri, desa ini kini dikenal sebagai tempat favorit para penikmat kopi tradisional dari berbagai daerah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan rasa bangganya terhadap masyarakat Kemiren. “Kemiren telah menunjukkan bahwa desa dengan akar budaya yang kuat bisa maju dan mendunia tanpa kehilangan jati dirinya. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya,” tutur Ipuk.
Dengan semangat pelestarian adat, keramahan masyarakat, dan kekayaan tradisi yang dijaga, Kemiren Banyuwangi kini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga ikon wisata budaya Indonesia di mata dunia.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar