Hadapi Lonjakan Kebutuhan Nataru, Stok BBM dan LPG Nasional Dipastikan Aman oleh Kementerian ESDM
- News
- calendar_month Senin, 22 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pasokan energi nasional berada dalam kondisi terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok BBM hingga LPG nasional mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers kesiapan sektor ESDM di Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025.
Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa situasi Nataru tahun ini memiliki dinamika berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra, menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam menjaga stabilitas layanan publik, termasuk sektor energi.
Dalam keterangannya, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah mengerahkan sumber daya secara maksimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Meski fokus penanganan bencana cukup besar, pengamanan pasokan energi tetap menjadi prioritas utama.
“Kita sama-sama tahu bahwa kondisinya di Tahun 2025 ini berbeda dengan kondisinya tahun sebelumnya. Karena kita kena musibah, terjadi bencana di Sumatra, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dan Sebagian besar tenaga kita tercurahkan untuk mengerahkan seluruh kemampuan bangsa menolong saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di sana,” ujar Bahlil Lahadalia, dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Senin (22/12).
Lebih lanjut, Bahlil Lahadalia menyebutkan terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah, yaitu ketersediaan BBM, pasokan LPG, kondisi kelistrikan nasional, serta antisipasi terhadap potensi kebencanaan geologi selama libur panjang akhir tahun.
Pada sektor BBM, ketahanan stok pertalite atau RON 90 tercatat berada pada angka 19 hari, melampaui batas minimum nasional. Sementara bensin RON 92 memiliki ketahanan di atas 23 hari, dan RON 95 berada di atas 31 hari. Kondisi tersebut dinilai cukup aman untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Nataru.
Untuk jenis solar, stok minimum nasional ditetapkan selama 14 hari. Saat ini, solar CN48 atau subsidi memiliki ketahanan sekitar 15 hari. Solar CN53 atau non-subsidi berada di kisaran 25 hari, sedangkan stok avtur tercatat memiliki ketahanan lebih dari 29 hari.
“Artinya dari sisi stok BBM, cadangan nasional kita untuk menjalankan Natal dan Tahun Baru InsyaAllah aman. Jadi saudara-saudara kita yang akan merayakan Natal, jangan pikirkan tentang stok BBM, insya Allah semua aman,” imbuh Bahlil Lahadalia.
Kondisi LPG nasional juga dipastikan dalam keadaan stabil. Hingga 19 Desember 2025, stok LPG nasional mencapai 314.394 metrik ton dengan tingkat penyaluran harian sebesar 25.832 metrik ton. Dengan angka tersebut, cadangan LPG nasional diperkirakan mampu bertahan selama 12,17 hari.
Sementara itu, kondisi kelistrikan nasional dilaporkan normal. Pasokan bahan baku pembangkit listrik, baik BBM, gas, maupun batu bara, tersedia di atas ambang aman dengan cadangan lebih dari 10 hari.
Dari sisi kebencanaan geologi, Kementerian ESDM terus memantau aktivitas gunung api di berbagai wilayah. Tiga gunung api saat ini berstatus siaga, yakni Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Merapi, dan Gunung Semeru. Selain itu, terdapat 24 gunung api dengan status waspada.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi nasional.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar