Kenaikan usia harapan hidup warga Banyuwangi dibarengi penguatan layanan kesehatan, pemberdayaan sosial, dan Sekolah Lansia Tangguh
- News
- calendar_month 23 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Infobanyuwangi.com – Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Banyuwangi kembali menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat UHH meningkat dari 74,13 tahun pada 2024 menjadi 74,43 tahun pada 2025. Peningkatan ini menjadi indikator membaiknya kualitas kesehatan, pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.
Momentum Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan lansia. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pembangunan daerah harus memberikan ruang yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk warga lanjut usia.
“Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan juga terus kami dorong agar para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan bahagia,” kata Ipuk saat bertemu puluhan lansia di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. (Selasa, 23/06/2026).
Pemkab Banyuwangi saat ini menjalankan sejumlah program yang difokuskan pada peningkatan kualitas hidup lansia. Program tersebut meliputi pelayanan kesehatan, pemberdayaan sosial, pembinaan keluarga, penguatan Posyandu Lansia, serta pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Selain layanan dasar, pemerintah daerah juga melibatkan lansia dalam perencanaan pembangunan melalui forum “Rembang Lansia”. Forum ini menjadi wadah dialog untuk menyusun arah kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga lanjut usia.
“Sebuah keberhasilan pembangunan salah satunya dilihat dari rata-rata usia harapan hidup. Maka kami terus berupaya menjaga pembangunan yang inklusif. Karena kami meyakini, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang ramah terhadap seluruh kelompok masyarakat, termasuk para lansia,” tutur Ipuk.
Menurut Ipuk, tema HLUN 2026 yakni “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” menegaskan bahwa lansia bukan beban pembangunan, melainkan aset sosial yang menyimpan pengalaman, kearifan, dan nilai kehidupan yang berharga bagi generasi berikutnya.
Di Banyuwangi, banyak lansia yang masih aktif berkarya sebagai pelaku usaha, penggerak sosial, tokoh masyarakat, pengajar, hingga pengasuh keluarga. Kontribusi tersebut dinilai penting dalam menjaga ketahanan sosial di tengah perubahan zaman.
“Karena itu, paradigma terhadap lansia terus kita ubah. Lansia bukanlah objek pembangunan. Lansia adalah subjek dari pembangunan itu sendiri,” sambung Ipuk.
Pada kesempatan yang sama, Ipuk juga mewisuda 30 peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang telah menyelesaikan program pendidikan nonformal bagi warga lanjut usia.
Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi, Puguh Setyo Widodo, menjelaskan bahwa Selantang merupakan program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mewujudkan lansia yang SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
“Program ini membekali lansia dengan pengetahuan tentang kesehatan, keterampilan, interaksi sosial, psikologi, hingga kewirausahaan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan memiliki motivasi, kesiapan mental, dan kemampuan yang lebih baik sehingga dapat menikmati masa tua dengan lebih nyaman, bahagia, dan bermakna,” kata Puguh.
Selama mengikuti Selantang, peserta mendapatkan materi kesehatan fisik dan mental, penguatan jejaring sosial, keterampilan praktis, hingga pengenalan kewirausahaan sederhana yang dapat dijalankan sesuai kemampuan masing-masing.
Kenaikan UHH Banyuwangi juga dipandang sebagai hasil dari konsistensi pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah menilai peningkatan usia harapan hidup harus diiringi dengan kualitas hidup yang baik agar lansia dapat tetap produktif dan berdaya.
Dengan berbagai program yang terus diperkuat, Pemkab Banyuwangi berharap lansia tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga menikmati masa tua yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat.*
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar