Jejak Mineral Purba di Ijen Menarik Geolog Australia–Indonesia, Banyuwangi Kian Mendunia
- News
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Kekayaan geologi Banyuwangi kembali diuji ketika para ahli dari Indonesia dan Australia melakukan penelitian langsung di kawasan Geopark Ijen. Ekspedisi ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan MGEI, sebuah organisasi geologi ekonomi yang rutin menggelar eksplorasi lapangan ke daerah berpotensi mineral tinggi. Rombongan memulai perjalanan mereka dari Pulau Merah sebagai salah satu titik penting mineralisasi. Senin, 1 Desember 2025.
Sebagai organisasi di bawah IAGI, MGEI menaungi para ahli geologi yang banyak berkecimpung di industri pertambangan mineral dan batubara. Dalam kunjungan ini, hadir 10 peserta dan 3 trip leader, termasuk ahli dari Australia, yang menelusuri struktur batuan Banyuwangi untuk melihat keterkaitan antara Pulau Merah dan Gunung Ijen.
Dalam kunjungan ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan, perwakilan MGEI Arif Hermawan menjelaskan alasan pemilihan Banyuwangi sebagai tujuan penelitian. Arif Hermawan menilai wilayah ini memiliki potensi mineral yang besar dan relevan. Arif Hermawan menyampaikan, “Kami mempelajari bagaimana sistemnya terbentuk agar bisa menjadi rujukan pencarian mineral di wilayah lain tidak hanya di Indonesia namun juga di luar Indonesia.”
Wakil Ketua Jaringan Geopark Indonesia, Abdillah Baraas, memberikan sudut pandang historis terkait keterkaitan Pulau Merah dan Ijen. Menurut Abdillah Baraas, kedua wilayah tersebut menunjukkan rekam jejak pembentukan geologi yang saling menjelaskan. Abdillah Baraas menegaskan, “Jika ingin melihat masa lalu Pulau Merah, lihatlah Ijen. Jika ingin melihat masa depan Ijen, lihatlah Pulau Merah.”
Rombongan ahli juga mengunjungi Pusat Informasi Geologi Gopak Ijen untuk menelusuri pembentukan Banyuwangi sejak 30 juta tahun lalu. Mereka mempelajari dinamika endapan muda yang kini menjadi permukiman, serta keragaman hayati yang memberi nilai tambah bagi Geopark Ijen sebagai kawasan konservasi dan edukasi.
Peneliti IPB University, Dr. Ir. Arzyana Sunkar, menilai perkembangan Geopark Ijen memiliki dampak besar. Menurut Arzyana Sunkar, pelibatan masyarakat dan tata kelola alam Banyuwangi dapat menjadi contoh internasional. Arzyana Sunkar menyampaikan rencana memperkenalkan Banyuwangi dalam forum pariwisata bertanggung jawab di Malaysia. Ia mengatakan, “Kami mengundang Ibu Bupati dalam forum ini agar Banyuwangi semakin luas dan uang penting memperluas networking.”
Dalam aspek praktik pertambangan, Rendy dari PT Meares Soputan Mining (MSM) menilai bahwa lingkungan kerja BSI memberikan standar baru bagi industri. Rendy menjelaskan, “Kami mendapat banyak pembelajaran, termasuk hubungan geologi Pulau Merah dan Ijen, hingga bagaimana menemukan mineralisasi yang baik disini.”
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa Banyuwangi terus membuka diri sebagai ruang belajar. Bupati Ipuk menegaskan, “Kekayaan geologi kami memang harus dimanfaatkan untuk riset dan edukasi bagi pengembangan Indonesia ke depan. Semoga pengalaman ini mendorong semakin banyak kolaborasi dan membawa manfaat bagi pengembangan Geopark Ijen.”**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar