BI Aceh Kepincut Formula Sukses Banyuwangi! Studi Banding Pariwisata, UMKM, Inflasi Dibongkar Langsung Bupati Ipuk
- Pemerintahan
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Banyuwangi kembali menjadi magnet nasional bagi daerah lain yang ingin belajar strategi pembangunan daerah. Kali ini, giliran rombongan Bank Indonesia Provinsi Aceh yang datang untuk menggali langsung resep keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata, memperkuat UMKM, sekaligus menjaga inflasi tetap stabil.
Rombongan yang dipimpin Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, bersama perwakilan sejumlah kabupaten/kota di Aceh diterima Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, pada 24 November 2025.
Agus Chusaini mengungkapkan bahwa Banyuwangi memiliki success story tingkat nasional hingga internasional, mulai dari prestasi pariwisata hingga konsistensi sebagai TPID Terbaik Jawa–Bali selama empat tahun beruntun.
“Banyuwangi punya banyak best practice yang ingin kami pelajari. Baik di sektor pariwisata, UMKM, maupun pengendalian inflasi. Kami berharap pengalaman Banyuwangi bisa direplikasi di Aceh,” ujarnya.
Di sektor pariwisata, Agus menyebut Banyuwangi berhasil meraih ASEAN Tourism Award, serta mendapatkan Penghargaan Pembangunan Nasional dari Presiden RI capaian yang menjadikan Banyuwangi rujukan bertaraf internasional.
Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi atas kunjungan BI Aceh dan menjelaskan bahwa Banyuwangi terus berproses membangun daerah melalui ekosistem kolaborasi yang kuat.
“Fokus kami bukan sekadar mendatangkan wisatawan, tapi memastikan pariwisata menjadi penggerak ekonomi warga. Konsep 3A aksesibilitas, atraksi, dan amenitas, menjadi kunci yang terus kami perkuat,” jelas Ipuk.
Ipuk juga menekankan peran masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga.
Untuk pengembangan UMKM, Banyuwangi menjalankan strategi komprehensif mulai dari pelatihan, kurasi, sertifikasi halal, desain kemasan, hingga bantuan pemasaran agar produk lokal lebih kompetitif.
Terkait pengendalian inflasi, Ipuk menyebut keberhasilan Banyuwangi tidak terlepas dari koordinasi erat dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Mulai monitoring pasokan, kalender tanam, neraca pangan, hingga mitigasi potensi gejolak harga. Semua berjalan melalui koordinasi yang disiplin,” tambahnya.
Hasil kerja kolaboratif tersebut berdampak nyata. Salah satu indikatornya adalah penurunan angka kemiskinan Banyuwangi dari 6,54% menjadi 6,13%.
Kunjungan BI Aceh diharapkan menjadi langkah penting dalam memperluas praktik baik pembangunan daerah yang sudah menjadi ciri Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. (*)
- person


Saat ini belum ada komentar