Menko AHY Apresiasi Proyek Revitalisasi Banyuwangi, Asrama Inggrisan Jadi Simbol Sejarah dan Inovasi
- News
- calendar_month Senin, 3 Nov 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi pada Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam kunjungan itu, AHY meninjau langsung dua proyek revitalisasi besar yakni Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan yang kini dikembangkan sebagai kawasan wisata heritage.
Revitalisasi yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sejak Oktober 2024 itu menelan anggaran sebesar Rp152 miliar dan telah mencapai 52 persen. Proyek ini ditargetkan tuntas akhir tahun 2025 dan mulai beroperasi pada Januari 2026.
“Kami meninjau lokasi Pasar Induk Banyuwangi yang saat ini tengah direvitalisasi. Proyek ini sudah dikerjakan kurang lebih selama satu tahun dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2025 agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar AHY didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, pejabat Kementerian PU, dan Forkopimda Banyuwangi.
Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama berlantai dua. Totalnya terdapat 777 kios yang terbagi atas 194 kios dan 583 los, menjadikan pasar ini sebagai pusat ekonomi baru di jantung kota.
AHY menegaskan bahwa revitalisasi Banyuwangi bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. “Harapannya ini bisa semakin menghidupkan pasar dari sebelumnya. Dengan hadirnya pasar induk yang telah direvitalisasi ini, mudah-mudahan semakin menggeliatkan ekonomi masyarakat di Banyuwangi,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga memuji desain arsitektur pasar dan heritage Inggrisan yang memadukan nilai budaya lokal dengan konsep modern. “Arsitekturnya menarik sekali karena tetap berusaha mempertahankan kekhasan Banyuwangi. Bahkan tadi ada sebagian yang juga dipertahankan sebagai heritage,” tuturnya.
Pasar tersebut mengusung konsep khas Osing dan dilengkapi dengan area kuliner serta tempat parkir luas. Sementara Asrama Inggrisan yang berstatus cagar budaya direvitalisasi dengan mempertahankan bentuk aslinya. Nantinya, kawasan ini akan menjadi pusat wisata sejarah dan edukasi.
Bangunan heritage Inggrisan memiliki nilai historis tinggi karena pernah menjadi kantor telegrap internasional yang menghubungkan Eropa dan Australia melalui kabel bawah laut pada tahun 1871, dengan Banyuwangi sebagai titik penghubungnya.
AHY juga menyoroti dampak ekonomi dari proyek tersebut. “Saya senang ada 250 pekerja setiap hari, yang sebagian berasal dari Banyuwangi. Mudah-mudahan proyek ini juga terus bisa membuka lapangan pekerjaan yang baik,” kata AHY.
Project Manager, Ikhwan Fatoni, mengungkapkan progres proyek telah masuk tahap akhir. “Memang masih ada pekerjaan struktur sedikit yang harus kita selesaikan. Selebihnya sudah mulai ke pekerjaan pembuatan kios dan finishing,” jelasnya. Ia optimistis proyek selesai tepat waktu.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya. “Semoga nantinya pasar dan asrama Inggrisan yang tampil dengan wajah baru ini bisa menjadi destinasi baru bagi wisatawan sehingga semakin menggeliatkan ekonomi warga kami,” tutur Ipuk.
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar