Ikuti Kami

light_mode
light_mode
News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pasien Ditolak RS, BPJS Kesehatan Banyuwangi Bongkar Fakta Sebenarnya

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyuwangi, InfoBanyuwangi.com – Setelah viral keluhan pasien BPJS Kesehatan beinisial YU yang mengaku ditolak pelayanan di rumah sakit karena kuota pasien dianggap penuh, pihak BPJS Kesehatan Banyuwangi akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Koordinator EP3RS (Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan di Rumah Sakit) BPJS Kesehatan Banyuwangi, Zuhrotur, menegaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak pernah membatasi kuota pasien di rumah sakit mana pun.

“BPJS Kesehatan tidak membatasi layanan jumlah kuota. Itu disesuaikan dengan kemampuan setiap dokter spesialis yang menangani pada hari itu,” tegasnya.

Zuhrotur menjelaskan bahwa dokter spesialis di rumah sakit biasanya tidak hanya bertugas di satu fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka sering bekerja di beberapa tempat berbeda, sehingga jumlah pasien yang dapat dilayani tiap hari sangat bergantung pada waktu praktik dokter tersebut.

“Dokter spesialis biasanya bekerja di lebih dari satu tempat sehingga harus membagi waktu. Karena itu jumlah pasien yang dilayani tiap hari tidak mesti sama,” jelasnya.

Dengan kata lain, pembatasan yang terjadi bukan berasal dari BPJS Kesehatan, tetapi dari keterbatasan waktu dan kapasitas dokter spesialis yang bertugas pada hari tersebut.

Pernyataan dari BPJS Kesehatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sistem layanan ditentukan oleh kesiapan sumber daya medis, bukan pembatasan administrasi dari BPJS

Sebelumnya, klarifikasi ini muncul setelah YU mengaku tidak mendapatkan pelayanan meski membawa surat kontrol dari dokter saraf. Ia bahkan menyebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya mengenai pembatasan nomor antrean.

YU menceritakan bahwa ia sudah mengantre sejak pagi, namun tetap tidak bisa dilayani karena rumah sakit hanya menerima sekitar 20 hingga 25 pasien.

“Di rumah sakit itu ndak bisa diterima, soalnya kuotanya habis. Hanya terima sampai 20–25,” ujarnya.

Lebih ironis lagi, YU menyebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya terkait pembatasan kuota tersebut. “Tidak ada pemberitahuan. Jadi saya kecelek,” katanya.

Padahal, YU datang membawa surat kontrol dari dokter saraf mengaku kondisinya semakin melemah. Ia tampak gemetar akibat gejala tremor yang merupakan bagian dari penyakitnya.

“Obatnya habis,” tambahnya.

Menurut penuturannya, selama ini ia selalu bisa mendapatkan pelayanan tanpa kendala. “Dulu sampai nomor 35 masih diterima. Tapi sekarang nomor 20 saja ditolak,” katanya.

Lalu, YU juga mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit hanya menyarankan untuk memperbarui pendaftaran tanpa memberikan solusi lain.

“Tidak ada solusi. Disuruh pulang karena kuota habis,” ungkapnya.

Anak YU yang mendampingi bahkan sempat menunjukkan rasa kecewa terhadap petugas karena pelayanan yang dianggap mendadak dan membingungkan.

Meski kecewa, YU berharap kondisinya segera membaik dan pelayanan kesehatan ke depan bisa lebih jelas dan manusiawi. “Semoga lekas sembuh,” tutupnya. (**)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemancing yang Hilang di Pantai Pulau Merah Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Pemancing yang Hilang di Pantai Pulau Merah Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Pesanggaran, InfoBanyuwangi.com – Setelah tiga hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam yang terseret ombak saat memancing di kawasan Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (17/7/2026). Korban diketahui bernama Muhammad Jafar Sodiq (35), warga Dusun Sukorejo, RT 02/RW 03, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia […]

  • Polri Bongkar Fakta Rekrutmen Akpol 2026: Tak Ada Jalur Khusus, Hati-Hati Modus “Jamin Lulus”!

    Polri Bongkar Fakta Rekrutmen Akpol 2026: Tak Ada Jalur Khusus, Hati-Hati Modus “Jamin Lulus”!

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Jakarta, InfoBanyuwangi.com – Polri menegaskan bahwa proses rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 dilakukan tanpa jalur khusus. Seluruh peserta hanya dapat mengikuti seleksi melalui jalur reguler. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, dalam kegiatan doorstop di Lobby Lantai 1 Divisi Humas Polri, Selasa (7/4/2026). Johnny menekankan bahwa […]

  • Ratusan Warga Blokade Aktivitas PT BSI di Tambang Rakyat Pesanggaran Banyuwangi

    Ratusan Warga Blokade Aktivitas PT BSI di Tambang Rakyat Pesanggaran Banyuwangi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Ratusan warga Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, melakukan aksi protes besar terhadap aktivitas penambangan emas yang dilakukan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) pada Senin, 3 November 2025. Aksi ini merupakan bentuk penolakan masyarakat terhadap kegiatan pengeboran perusahaan yang disebut telah memasuki area tambang rakyat yang selama ini dikelola secara tradisional. Masyarakat menilai tindakan tersebut […]

  • Evaluasi Debat Perdana Pilkada Banyuwangi 2024: Sonny T. Danaparamita Ungkap Keunggulan Paslon Petahana

    Evaluasi Debat Perdana Pilkada Banyuwangi 2024: Sonny T. Danaparamita Ungkap Keunggulan Paslon Petahana

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Debat perdana pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi dalam Pilkada 2024 yang digelar di Surabaya pada Minggu (27/10/24) mendapat perhatian besar dari berbagai kalangan, termasuk dari anggota DPR RI, Sonny T. Danaparamita Fraksi PDI Perjuangan Dapil III Jawa Timur. Debat ini disiarkan langsung oleh stasiun televisi JTV dan berlangsung tertib. memberikan kesempatan […]

  • Reforestasi Digencarkan, Banyuwangi Tanam 200 Ribu Pohon di Ratusan Hektar Hutan

    Reforestasi Digencarkan, Banyuwangi Tanam 200 Ribu Pohon di Ratusan Hektar Hutan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    InfoBanyuwangi.com – Upaya pemulihan hutan dan penguatan ketahanan lingkungan terus dilakukan di Banyuwangi. Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat melaksanakan program reforestasi dengan menanam 200.000 bibit pohon pada lahan seluas hampir 500 hektar sebagai langkah strategis menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Rabu, 24 Desember 2025. Kegiatan penanaman pohon secara simbolis dipusatkan di kawasan RPH Sidomulyo, BKPH Kalisetail, […]

  • Divestasi Saham Tambang Emas Banyuwangi Diduga Rugikan Rp 4,3 Triliun, Pembelinya Masih Misterius

    Divestasi Saham Tambang Emas Banyuwangi Diduga Rugikan Rp 4,3 Triliun, Pembelinya Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Info Banyuwangi
    • 0Komentar

    InfoBanyuwangi.com – Proses divestasi saham milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kembali dipertanyakan. Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Hebat bersama Young Accountability Action Center (YAAC) menilai kebijakan pelepasan saham pada tahun 2020 itu berpotensi merugikan daerah hingga Rp 4,3 triliun. Isu ini mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bertajuk […]

expand_less