Doa dan Harapan Gus Makki Iringi Penyembelihan Sapi Kurban Presiden RI dan Kapolri
- News
- calendar_month Jumat, 6 Jun 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi1tv.com – Sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto disembelih tepat pada hari pertama Iduladha, Jumat, 6 Juni 2025. Dagingnya kemudian dibagikan kepada para penerima manfaat yang tersebar di wilayah sekitar.
Sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto merupakan jenis sapi Simental dengan berat hampir mencapai satu ton. Penyembelihan dilakukan di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, yang berlokasi di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Selain sapi dari Presiden, turut disembelih pula hewan kurban dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Secara keseluruhan, penyembelihan hewan kurban di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah meliputi dua ekor sapi dan tiga ekor kambing pada hari pertama. Sementara itu, tiga ekor sapi lainnya akan disembelih pada hari Minggu dan Senin.
Penyembelihan dilakukan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, KH. Mohammad Ali Makki Zaini. Terlihat pula antusiasme dan keguyuban warga yang bergotong-royong membantu proses penyembelihan.
Gus Makki menyampaikan harapannya agar hewan kurban dari Presiden Prabowo, yang tidak hanya dilakukan di Banyuwangi tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia, diterima sebagai amal yang baik dan saleh oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ia juga mendoakan agar dengan berkah kurban ini, Presiden Prabowo dan Kapolri diberi petunjuk rohani sehingga dapat memimpin negeri ini menuju “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”
Gus Makki menambahkan bahwa momen Hari Raya Iduladha adalah kesempatan untuk berbagi, terutama kepada saudara-saudara yang bahkan untuk makan daging saja masih harus menunggu acara syukuran. Hari ini, daging kurban dibagikan secara merata kepada para penerima manfaat.
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar