Industri Rumahan Berbahan Daur Ulang Limbah Plastik di Banyuwangi, Tembus Pasar Luar Negeri
- News
- calendar_month Jumat, 6 Sep 2024

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat sebuah desa yang mampu melakukan daur ulang limbah plastik menjadi furniture berkelas.
Sejumlah produk furniture seperti pot bunga, meja, kursi, bahkan bathtub berbahan baku daur ulang limbah plastik dihasilkan dari desa ini.
Nama daerahnya adalah Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Sedangkan nama rumah produksinya Batu Indah Art. Produk yang dihasilkan merupakan kualitas ekspor.
Dikisahkan oleh Soleh, usaha furniture miliknya bergerak sejak tahun 2004 saat masih merantau di Bali.
“Sebelumnya saya bekerja di industri furniture teraso sambil belajar. Setelah punya ilmunya, saya coba membuka usaha kecil-kecilan di Bali. Saya juga tetap bekerja di tempat lain sambil mengumpulkan modal,” kata dia.
Tahun 2020 Soleh mulai memindahkan rumah produksinya ke Banyuwangi, tepatnya di Desa Genteng Wetan yang merupakan tanah kelahirannya. Sementara outlet penjualan yang utama tetap di Bali.
Awalnya, Muhammad Soleh hanya memproduksi pot dan bathtub dari teraso. Kemudian terpikir untuk mulai memanfaatkan daur ulang limbah plastik berupa botol sebagai pengganti bahan teraso. Lalu dia mulai mencoba memanfaatkan plastik untuk membuat rak, pot, set meja kursi.
Selain memasok wilayah Bali, produk yang dihasilkan juga diminati pasar luar negeri seperti Australia dan beberapa negara di Eropa.
“Kalau produk dari daur ulang limbah plastik memang masih sekitar satu tahunan. Tapi mendapat respon yang baik dari konsumen. Alhamdulillah sampai saat ini produk kami masih diminati pasar. Penjualan juga terus meningkat,” urainya.
Awalnya Soleh hanya punya satu orang pekerja. Tetapi saat ini sudah ada 20 orang pekerja yang membantunya mengejar produksi.
“Ini sangat kreatif. Selain memiliki nilai ekonomi, juga turut menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik. Desainnya bagus. Selain itu ringan dan kuat,” puji Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Nama penggerak produksi furniture Batu Indah Art yakni Muhammad Soleh. Ia telah beberapa kali mengekspor hasil produksinya ke Australia dan sejumlah negara Eropa.
Apresiasi pun disampaikan oleh Bupati Banyuwangi terhadap inovasi Muhammad Soleh karena berupaya mengurangi sampah plastik.
“Banyuwangi juga telah menggulirkan berbagai program untuk mengurangi sampah plastik. Apa yang dilakukan Mas Soleh ini bisa menjadi inspirasi bagi dunia usaha untuk turut menjaga dan melestarikan lingkungan,” papar Ipuk Fiestiandani.
***
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar