1.100 Takjil Ramadan Dibagikan BSMN Banyuwangi, Puluhan Admin Medsos Turun Langsung ke Jalan
- News
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Osinggo.id – Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh komunitas Banyuwangi Social Media Network (BSMN) untuk menebarkan semangat kepedulian kepada masyarakat. Melalui kegiatan berbagi takjil Ramadan, puluhan admin media sosial di Banyuwangi turun langsung ke jalan membagikan paket berbuka puasa kepada warga.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung pada Sabtu, (07/03/2026) di pusat Kota Banyuwangi. Aksi ini menunjukkan bahwa komunitas digital tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 20 admin media sosial yang tergabung dalam Banyuwangi Social Media Network ikut berpartisipasi dalam kegiatan berbagi takjil tersebut. Mereka berasal dari berbagai akun media sosial populer yang selama ini dikenal aktif membagikan informasi dan konten positif tentang Banyuwangi.
Para admin media sosial tersebut terlihat antusias menyapa masyarakat dan pengendara yang melintas sambil membagikan paket takjil. Kehadiran mereka menciptakan suasana penuh kebersamaan di tengah aktivitas warga yang sedang menunggu waktu berbuka puasa.
Pembagian takjil Ramadan oleh komunitas BSMN dipusatkan di dua lokasi strategis di Kota Banyuwangi, yaitu:
-
Depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
-
Depan Pendopo Sabha Swagata Blambangan
Kedua lokasi tersebut dipilih karena menjadi titik keramaian yang sering dilalui masyarakat dari berbagai kalangan. Banyak pengemudi ojek online, pekerja jalanan, hingga warga sekitar yang menerima paket takjil dari kegiatan sosial tersebut.
Salah satu penerima takjil, driver ojek online Ahmad Yasin, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan berbagi yang dilakukan komunitas BSMN.
“Terimakasih sudah berbagi. Semoga BSMN bisa terus berkembang dan menebarkan kebaikan kepada masyarakat di Banyuwangi dan sekitarnya,” ungkap Yasin.
Jumlah takjil yang dibagikan dalam kegiatan tersebut mencapai 1.100 paket. Paket makanan berbuka puasa itu berasal dari donasi yang dihimpun oleh para anggota komunitas Banyuwangi Social Media Network secara kolektif.
Dalam waktu relatif singkat, seluruh paket takjil habis dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi karena kegiatan berbagi tersebut dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.
Penasihat Banyuwangi Social Media Network, Yudhi Anjar, menyampaikan rasa syukur karena kegiatan berbagi takjil Ramadan dapat terlaksana dengan lancar. Yudhi Anjar menilai Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami sangat bersyukur bisa berbagi kepada sesama di Ramadan tahun ini. Ini merupakan sarana silaturahmi teman-teman pelaku media sosial di Banyuwangi yang dilanjutkan dengan berbagi takjil. Mudah-mudahan kita bersama komunitas bisa terus menebar kebaikan di lain kesempatan,” ungkap Anjar yang merupakan admin medsos @isunbanyuwangi.
Banyuwangi Social Media Network dikenal sebagai komunitas yang menaungi para pengelola media sosial di Banyuwangi dengan berbagai fokus konten. Anggotanya berasal dari beragam bidang, mulai dari akun kuliner, seni budaya, pariwisata, hingga akun informasi publik.
Keberagaman latar belakang tersebut membuat jaringan komunitas BSMN mampu menjangkau audiens yang luas di berbagai platform digital. Selain aktif menyebarkan informasi, komunitas ini juga terus mendorong kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sejak berdiri pada Desember 2019, Banyuwangi Social Media Network terus menunjukkan komitmen untuk menjadi komunitas digital yang membawa perubahan positif. Melalui kegiatan pembagian takjil Ramadan ini, BSMN berharap semangat kebersamaan, toleransi, serta kepedulian sosial di Banyuwangi dapat terus tumbuh dan berkembang.
Aksi berbagi ini juga menjadi contoh bahwa kekuatan komunitas digital dapat diwujudkan menjadi gerakan sosial yang nyata dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.**
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar