Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Yusuf Widyatmoko; “Banyuwangi Menjadi Lebih Baik, Karena Action Semangat Partisipasi Masyarakat”

Yusuf Widyatmoko; “Banyuwangi Menjadi Lebih Baik, Karena Action Semangat Partisipasi Masyarakat”

(1383 Views) October 21, 2015 9:33 am | Published by | No comment
Yusuf Widyatmoko

Yusuf Widyatmoko

Tipologi masyarakatnya yang pluralis dan dinamis, merupakan tantangan tersendiri dalam pemimpin wilayah berjuluk “Sunrise of Java” yang berada di ujung paling timur Pulau Jawa ini. Betapa tidak, Banyuwangi yang merupakan wilayah Kabupaten terluas di Jawa Timur yang masyarakatnya terdiri dari 12 etnis besar itu selama ini sudah sangat dikenal sebagai sebuah ‘kawasan politik’ bertensi tinggi yang aktif dan dinamis.

Lalu, bagaimana teknik dan strategi sang pemimpin untuk merangkul dan memberdayakan masyarakat sebagai kekuatan ‘civil society’ guna menggerakkan pembangunan Banyuwangi menjadi lebih baik seperti sekarang ini? Berikut, pengalaman Yusuf Widyatmoko, S.Sos. selama 5 tahun menjadi Wakil Bupati Banyuwangi mendampingi H Abdullah Azwar Anas, sebagaimana diungkap kepada Tim Harian Memorandum.

Peran Aktif Masyarakat Banyuwangi Luar Biasa

 “Keberhasilan pembangunan Banyuwangi selama ini bukan semata karena keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati dalam memimpin, tetapi juga karena peran aktif masyarakat dalam merespon, mendorong serta memberi berbagai masukan yang berharga untuk menjadikan Banyuwangi menjadi lebih baik,” ungkap Yusuf Widyatmoko, mengawali penuturannya tentang pengalaman selama 5 tahun menjadi Wakil Bupati mendampingi H Abdullah Azwar Anas.

Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan periode 2000 – 2005 dan 2010 – 2015 yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuwangi periode 2004 – 2009 ini bahkan dengan tegas menyatakan, kemajuan berbagai sektor pembangunan dan ragam prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Banyuwangi dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini mustahil bisa terwujud tanpa dukungan, keterlibatan dan peran-aktif dari masyarakat.

Karena itulah, tidak berlebihan bila diakhir masa jabatan periode 2010 – 2015 ini dengan tulus dia menyampaikan rasa terimakasih dan hormat yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi yang telah mendukung kepemimpinannya. “Berbagai masukan dan peran-serta masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan, merupakan ‘tenaga tambahan’ yang bisa menjadi dorongan semangat bagi kami untuk bekerja keras dan terus berupaya mewujudkan Banyuwangi yang lebih baik. Tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat, tidak mungkin Banyuwangi bisa seperti sekarang ini,” ungkap Pria kelahiran Madiun, 06 Februari 1962 ini.

“Saya Menjadi Penampung Keluhan

Posisinya sebagai Wakil Bupati yang bertugas melakukan pengawasan internal, membuatnya lebih banyak waktu sebagai ‘penjaga gawang’ yang berfungsi menampung berbagai masukan dan keluhan yang disampaikan masyarakat. “Berbagi tugas sesuai dengan job-discription, membuat saya lebih banyak waktu untuk menampung dan menerima saran, masukan dan juga keluhan yang ingin disampaikan masyarakat kepada Bupati,” tutur Pria yang tidak lama lagi akan menjadi Kakek dari cucu pertamanya ini.

 “Cukup banyak keluhan masyarakat yang disampaikan langsung kepada saya. Diantaranya, ada

SKPD yang dalam penerapan pelayanannya cenderung ‘over’ dan semaunya sendiri. Padahal sebenarnya itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Bupati. Keluhan yang juga disampaikan langsung kepada saya itu merupakan salah satu catatan penting yang penanganannya akan kita prioritaskan,” kata Kader Banteng yang terhitung mulai Kamis (21/10) hari ini memasuki masa purna tugas sebagai Wakil Bupati Banyuwangi periode 2010 – 2015.

Dari sekian banyak keluhan yang ditampungnya, yang paling menarik adalah yang disampaikan langsung oleh sekelompok pengusaha lokal yang merasa dianak-tirikan oleh Pemkab. “Seperti yang kita tahu, dalam lima tahun terakhir ini banyak sekali investor yang ingin membuka usaha dan menanamkan modalnya di Banyuwangi. Karena kehadiran investor itu merupakan peluang besar untuk lebih menggerakkan perekonomian Banyuwangi, ya harus kita layani dengan baik. Tetapi dibalik itu, ternyata para pengusaha lokal mengeluh dan merasa dianak-tirikan oleh Pemkab. Keluhan itu disampaikan langsung kepada saya. Tentu saja, apa yang mereka sampaikan itu akan menjadi catatan penting bagi kita untuk kedepan nanti. Dan Insya Allah bila nanti kita kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin Banyuwangi, semua saran, masukan dan berbagai keluhan itu akan menjadi target utama untuk diselesaikan,” ungkap tokoh senior PDI Perjuangan Banyuwangi ini.

Yusuf Widyatmoko saat melakukan peninjauan di Pelabuhan Ketapang Bersama Kementrian Perhubungan darat dan laut

Yusuf Widyatmoko saat melakukan peninjauan di Pelabuhan Ketapang Bersama Kementrian Perhubungan darat dan laut

Tak Ada Gading Yang Tak Retak

Keberhasilan pasangan Abdullah Azwar Anas – Yusuf Widyatmoko memimpin Kabupaten Banyuwangi selama lima tahun terakhir ini memang tak bisa dipungkiri. Secara kasat mata, Banyuwangi telah mengalami perubahan yang sangat pesat dan signifikan. Bahkan, tak berlebihan bila dikatakan bahwa dibawah kepemimpinan Anas – Yusuf, nama Banyuwangi mulai dikenal luas dan menjadi salah satu Kabupaten yang cukup diperhitungkan di tingkat nasional.

 “Pak Anas itu orangnya sangat cerdas, memiliki jaringan yang luas dan memiliki jiwa entertaint yang luar biasa. Beliau cukup mampu ‘menjual’ dan mengangkat potensi Banyuwangi ke tingkat nasional dan internasional, sehingga Banyuwangi cukup dikenal seperti sekarang ini. Dan Alhamdulillah, sebagai Wakilnya saya mampu untuk mengikuti gerak dan dinamika beliau dalam memimpin dan membangun Banyuwangi,” ungkap Yusuf tentang sosok Abdullah Azwar Anas yang didampinginya lima tahun terakhir.

Namun demikian, dibalik pesatnya pembangunan serta berbagai prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Banyuwangi selama lima tahun terakhir, diakui masih banyak terdapat kekurangan disana-sini. Kekurangan-kekurangan itulah akan menjadi catatan penting untuk dievaluasi guna kepentingan pembangunan Banyuwangi kedepan. “Sebagai manusia kita tentu memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan. Seperti kata pepatah; Tak ada gading yang tak retak. Jadi tidak semuanya bisa kita raih,” ungkapnya merendah. (bud/ydi)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

Categorised in: , ,

No comment for Yusuf Widyatmoko; “Banyuwangi Menjadi Lebih Baik, Karena Action Semangat Partisipasi Masyarakat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*