Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Warga Sumberagung Unjukrasa Tuntut PT BSI Ditutup

Warga Sumberagung Unjukrasa Tuntut PT BSI Ditutup

(738 Views) March 17, 2016 6:38 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Puluhan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran melakukan aksi unjuk rasa menuntut penutupan tambang emas PT. Bumi Sukses Indo (BSI). Aksi ini dilaksankan bersamaan dengan agenda siding perdana Class Action di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Sidang Class Action sendiri harus ditunda karena tergugat tidak lengkap.

Unjuk Rasa Warga Sumberagung Banyuwangi

Warga Desa Sumberagung, Pesanggaran, melakukan aksi penolakan tambang emas PT. BSI di depan Pemkab Banyuwangi

Aksi unjuk rasa itu sendiri dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB.  Puluhan warga yang dikomandoi Amrullah langsung melakukan orasi di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Mereka juga memasang spanduk yang berisi penolakan terhadap keberadaan tambang PT. BSI. Aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian. Sekitar 30 menit melakukan aksi di depan Pemkab Banyuwangi, massa kemudian berpindah ke gedung DPRD Banyuwangi. Hal ini menyusul tidak adanya pejabat Pemkab yang menemui mereka. “Bupati, Wakil Bupati dan Sekda sedang di Surabaya, jadi kita pindah saja ke DPRD,” mujar Joko, salah seorang warga yang melakukan orasi.

Di gedung DPRD, mereka ditemui 3 anggota DPRD. Diantaranya adalah Salimi dan Andik Purnomo. Andik merupakan politisi Gerindra dari Dapil IV yang wilayahnya termasuk kawasan Desa Pesanggaran. Kepada pengunjuk rasa mereka berjanji untuk membantu dengan mempertemukan masyarakat dengan pihak PT. BSI dan pihak terkait termasuk Bupati Banyuwangi. “Kami fasilitasi untuk ketemu dengan PT. BSI dan SKPD terkait. Tadi disepakati pertemuan dilakukan tanggal 30 Maret ini,” ujar Salimi, Sekretaris Komisi IV DPRD Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, warga meminta agar dalam pertemuan itu PT. BSI menghadirkan langsung direksi bukan pihak manajemen. Selain itu, Amrullah yang juga pengacara warga Sumberagung yang menolak tambang juga meminta PT. BIS membawa seluruh dokumen mulai perizinan hingga amdal dalam pertemuan itu. “Kami ingin melihat dokumen amdal karena saya dengar limbah akan dibuang ke sungai, kalau benar seperti itu masyarkat yang di rugikan,” tegasnya.

Amrullah menegaskan, tuntutan masyarakat hanya satu yakni penutupan tambang emas PT. BSI. Menurutnya hal itu tidak bisa ditawar lagi. Karena dampaknya sangat luar biasa pada masyarakat. Terkait masalah perizinan, menurutnya bisa diselesaikan secara hukum.

Setelah bertemu dengan wakmil rakyat, mereka langsung menuju Pengadilan Negeri Banyuwangi untuk mengikuti siding class action. Namun sidang hari itu urung digelar sebab para tergugat tidak lengkap. Dari 7 tergugat hanya 2 yang hadir. “PT. BSI tidak hadir yang hadir hanya Bupati Banyuwangi diwakili pengacaranya dan dari UPT Pelayanan Perizinan terpadu Jawa Timur,” ujar Amrullah.

Sidang tersebut rencananya akan digelar satu bulan lagi untuk menghadikan para pihak yang menjadi tergugat. (jai)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Warga Sumberagung Unjukrasa Tuntut PT BSI Ditutup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*