Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Warga Mogok Makan Bertambah

Warga Mogok Makan Bertambah

(1109 Views) March 18, 2016 8:21 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Aksi mogok makan yang dilakukan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran masih berjalan. Memasuki hari kedua, warga yang ikut dalam aksi mogok makan justru bertambah. Dari awalnya hanya 10 orang hari ini menjadi 15 orang. Selain mogok makan, mereka juga melakukan aksi mogok bicara.

Aksi Mogok Makan Banyuwangi

Mogok Makan Warga Desa Sumberagung berbaring lemas di tikar

Warga yang melakukan aksi mogok ini terlihat santai. Sebagian ada yang berbaring di tikar dan tenda yang ada di lokasi tersebut. Sebagian lagi ada yang duduk-duduk. Ada juga yang terlihat berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Aksi mogok makan dilakukan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria. Lokasi ini persis dihadapan kantor Bupati Banyuwangi. Warga melakukan aksi ini sebagai bentuk protes dan penolakan keberadaan tambang emas PT. Bumi Suksesindo (BSI) yang berada di sekitar pemukiman mereka.

Budiawan, salah seorang warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran menyatakan, selain mogok makan rekan-rekannya juga melakukan aksi mogok bicara. Jumlah mereka kini bertambah menjadi 15 orang. “Mulut rekan-rekan yang melakukan aksi dipasang lakban sebagai simbol mogok bicara,” jelasnya.

Lebih jauh Budiawan menegaskan, meski kondisi tubuh peserta aksi sudah mulai lemas, namun rekan-rekannya masih tetap bersemangat melakukan aksi tersebut. Tujuannya agar Bupati Banyuwangi mencabut izin tambang yang dilakukan PT. BSI. “Keinginan kami hanya satu, PT. BSI harus ditutup,” tegasnya.

Aksi mogok makan yang dilakukan warga Desa Sumberagung ini sempat menarik perhatian sejumlah warga yang melintas di Jl. A. Yani. Beberapa pengguna jalan sempat berhenti untuk melihat aksi itu. (jai)

Sumber: Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Warga Mogok Makan Bertambah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*