Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Warga Kemenduran Polisikan LSM Formabes

Warga Kemenduran Polisikan LSM Formabes

(693 Views) August 11, 2016 7:56 pm | Published by | No comment
  • Terkait Penggusuran Lahan Dithubla Kemenhub Jatim

Warga Kemenduran Mengadu

Banyuwangi, Memorandum – Belasan warga Dusun Kemenduran, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo mendatangi Polres Banyuwangi, siang kemarin (10/8). Kedatangan mereka untuk mengadukan aktifis penggiat masyarakat, LSM Forum Masyarakat Bersatu (Formabes), Sucipto. Penyebabnya, LSM ini diduga telah mengajukan pelepasan aset tanah milik Direktorat Perhubungan Laut (Dithubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang saat ini mereka tempati.

Perwakilan warga ini, datang ke Polres Banyuwangi sekitar pukul 13.00 WIB, Rabo (10/8). Mereka langsung menyampaikan pengaduan yang mereka bawa ke bagian Seksi Umum (SIUM) Polres Banyuwangi. Mereka beranggapan apa yang dilakukan LSM ini meresahkan warga setempat sehingga mereka terpaksa mengadukan ke Polres Banyuwangi.

Menurut Mahyuni, LSM tersebut mengklaim telah mendapatkan kuasa dari warga Dusun Kemenduran yang hampir seluruhnya tinggal di tanah milik Dithubla Kemenhub seluas 58.109 hektar. Kuasa tersebut tertuang dalam sebuah Akta Nomor 1 Notaries Irin Wijayati Husein, tertanggal 6 januari 2004. “Nama kami ada dalam akta notaries tersebut, padahal kami tidak pernah memberi kuasa,” jelas Mahyuni dengan diamini warga yang lain.

Dengan dasar kuasa tersebut, jelas Mahyuni, LSM merasa telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan status kepemilikan tanah tersebut kepada pihak Dithubla Kemenhub c/q Direktur Kenavigasian kelas I Jawa Timur dan Kepala KSOP Banyuwangi. Surat tersebut menurut warga tertanggal 17 Juni 2016.

Mahyuni menjelaskan, yang dipersoalkan warga, permohonan itu menyebut tanah itu terbagi menjadi dua belahan yakni belahan utara seluas 23.109 Hektar dan belahan selatan seluas 35 hektar. Antara dua belahan ini dibatasi oleh jembatan. Yang diajukan hanya untuk belahan utara seluas 23.109 hektar.  “Warga jumlahnya ratusan tapi dalam surat itu hanya mewakili 109 orang, yang lainnya dikemanakan?,” tegasnya.

Lebih jauh, pria ini menjelaskan, dalam permohonan itu disampaikan di belahan utara terdapat bangunan rumah permanen 70 unit, 3 musholla, lahan pertanian 15.109 hektar, ruang terbuka hijau 1 hektar, lahan pendidikan 3 hektar dan tanah makam 1 hektar. “Ruang terbuka hijau,  lahan pendidikan, itu tidak ada, dan tanah makam luasnya hanya setengah hektar,” bebernya.

Dikofirmasi terpisah, Sucipto membenarkan dirinya telah mengirimkan surat permohonan tersebut. Namun dirinya membantah kalau hanya mengajukan yang belahan utara saja. Dia menegaskan permohonan yang dikirimkan untuk seluruhnya seluas 58.109 hektar. “saya membawa seluruhnya seluas 58.109 hektar, karena inikan satu perahu,” jelasnya.

Mengenaii surat kuasa, dirinya menyatakan, surat kuasa itu dulu dikumpulkan oleh tim enam. Saat itu tokoh selatan dan tokoh utara dipilih untuk mewakili lalu terpilihlah tim 6 tersebut. Anggota tim ini menurutnya ada 6 orang. Namun saat ini sudah meninggal satu orang. Sehingga saat ini tim hanya tinggal 5 orang, 3 orang di selatan dandi utara ada dua orang. “Di forum (Formabes) ini banyak orang selatan. Bahkan ada tokohya, namanya pak A. Yani,” katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, besok (hari ini, red.) ada pertemuan di kantor Desa Bangsring terkait tanah ini. Pertemuan ini akan dihadiri pihak Kenavigasian kelas I Jawa Timur, KSOP, Polsek, dan Kecamatan. Menurutnya, semuanya akan dijelaskan dalam pertemuan itu. Dia kembali menegaskan perwakilan ini untuk memperjuangkan nasib seluruh warga yang tinggal di lokasi tersebut. “Besok semua komponen masyarakat yang menempati lahan itu mendapatkan undangan,” pungkasnya. (jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Warga Kemenduran Polisikan LSM Formabes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*