Wahid Tersangka Kasus Asusila, Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 60 juta

565 views
banner 468x60)
Cabul Banyuwangi

Abdul Wahid ketika keluar dari ruang persidangan beberapa waktu lalu

Banyuwangi, Memorandum – Abdul Wahid, (47), sepertinya akan menghuni penjara dalam waktu yang lama. Sebab, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan hukuman maksimal. Pelaku pencabulan terhadap 3 anak di bawah umur ini dituntut pidana penjara selama 15 tahun.

Pembacaan tuntutan disampaikan JPU Wahida dalam sidang lanjutan yang dilaksanakan Kamis (21/7) sore. Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis Hakim Putu Endru Sonata ini, Wahida juga menuntut Warga Dusun Kabat Mantren, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar ini untuk membayar denda kepada Negara. “Selain tuntutan maksimal terdakwa juga diharuskan membayar denda,” ujar Wahida.

Dalam sidang yang digelar tertutup itu disampaikan, denda yang harus dibayar Abdul Wahid sebesar Rp 60 juta subsidairRp 60 juta subsidair 6 bulan. Artinya, jika Abdul Wahid tidak bisa membayar denda tersebut, dia harus mengganti denda itu dengan kurungan selama 6 bulan.

Dalam sidang sebelumnya, Wahida mendakwa pria ini dengan dua dakwaan. Dakwaan kesatu, terdakwa diduga melanggar pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pada Dakwaan kedua pria ini dianggap melanggar pasal 81 ayat (2) undang-undang yang sama jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam dakwaanya, JPU Wahida menyatakan terdakwa melakukan perbuatannya terhadap 3 korban N, (15), sebanyak 8 kali.  Dari 8 kali perbuatan amoral itu, beberapa diantaranya dilakukan bersamaan pada I, (16), dan S, (15) secara bergantian. Terakhir kali perbuatan itu dilakukan di kamar hotel Nusantara, Gambiran. “Setelah terdakwa menyetubuhi N, ada orang yang mengetuk pintu, setelah dibuka ternyata petugas Kepolisian,” ujarnya saat itu.

Perbuatan cabul terdakwa ini diawali saat N datang ke terdakwa untuk memasang susuk kecantikan. N kenal terdakwa dari I dan S. Sebelum dipasang susuk disampaikan bahwa maharnya adalah N harus mau disetubuhi terdakwa. “Setelah memasang susuk di ruang tamu, terdakwa mengajak N untuk disetubuhi,” jelas Wahida dalam dakwaannya.

Setelah keinginan terdakwa terpenuhi dan berjalan lancar, korbanpun diperbolehkan pulang. Sebelum korban pulang terdakwa sempat memberinya uang Rp 200.000. Pasca kejadian itu terdakwa terus melakukan perbuatannya. Selama  8 kali menyetubuhi N terdakwa selalu mengajak serta S dan I. Beberapa kali S dan I juga ikut disetubuhi secara bergilir oleh terdakwa.(jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply

*