Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Wacana Pemekaran Banyuwangi Menguat

Wacana Pemekaran Banyuwangi Menguat

(928 Views) March 14, 2017 7:00 pm | Published by | 2 Comments

– Ketua AskabBanyuwangi, Agus Tarmidi (Tengah, bertopi), saat diskusi tentang pemekaran wilayah. (Memorandum – Siswanto)

Banyuwangi, Memorandum – Komunitas Masyarakat Peduli Pemekeran (GEMPAR), bersama Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (ASKAB) menggagas pemecahan wilayah Banyuwangi menjadi dua  Kabupaten.

Menurut Kordinator, Gempar, Suparmin, S,Pd, SH, menjelaskan issue pemekaran bukan kali pertama muncul dipermukaan, bahkan sudah lama. Bahkan kabarnya sudah mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat, pengusaha, beserta kelompok tani jeruk dan buah naga di wilayah Banyuwangi Selatan.

Disisi lain kesejahteraan dan pemerataan pembangunan dengan pemekaran sudah mendapat antusias dan respon dari kalangan praktisi dan akademisi. Harapannya, pemekaran bisa mengurangi pengangguran. “Dengan pemekaran ini bukan dalam arti pemerintahan yang sudah ada sekarang tidak baik, tetapi sudah melaksanakan pemerintahan dengan pembengunan insfrastruktur, ekonomi, serta perdagangan sudah baik,” ungkap Parmin.

Dicontohkan Parmin, keberadaan Samsat di Kecamatan Cluring masyarakat sangat terbantu dengan samsat dicluring. Apalagi dengan pemekaran masyarakat akan lebih terbantu.

Lanjut Suparmin, diharapkan Bupati Abdullah Azwar Anas dapat menempatkan kampus Universitas Airlangga Banyuwangi, diwilayah Banyuwangi Selatan. Sebab diwilayah utara sudah ada tiga perguruan tinggi swasta (PTS) dan satu perguruan negeri (PTN) yaitu Politehnik negeri (poltek).

Sementara, Ketua ASKAB, Agus Tarmidi mengatakan, pemecahan wilayah Banyuwangi menjadi dua Kabupaten sangatlah penting. Kajian ini didasari dari perhitungan luas wilayah. Jika dibandingkan dengan Kabupaten Malang dulunya, hanya selisih 5 km kini menjadi tiga wilayah yakni, 2 kota madya dan 1 kabupaten. “Seperti halnya masyarakat Sarongan, Sanggar, Tegaldlimo, dan Kalibaru, tidak perlu menempuh jarah sangat jauh untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan.  khususnya surat-surat yang harus di terbitkan oleh pemerintah Kabupaten,” ucap Agus Tarmidi.

Menurutnya, pihaknya akan mengusulkan nama Kabupaten Blambangan untuk wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Srono, Singojuruh, Sempu, Genteng, Glemore, Kalibaru, Tegal Sari, Bangorejo, Pesanggran, Siliragung, Purwoharjo, Gambiran, Cluring, Muncar, dan Tegaldlimo. “Untuk selebihnya masih tetap ikut dalam wilayah lama yakni Kabupaten Banyuwangi,” ungkapnya. (swa/coi)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

2 Comments for Wacana Pemekaran Banyuwangi Menguat

  • Zen says:

    Saya warga sempu tidak setuju dengan pemecahan jadi dua kabupaten.
    Kecuali pemecahan menjadi kota dan kabupaten saya rasa masih bisa di terima.

  • Zen says:

    Haduh…
    Mulai lagi wacana pemekaran di munculkan kembali.
    Saya pribadi tidak setuju dengan pemecahan menjadi 2 kabupaten. Kalau pemecahan jadi 1 kota dan 1 kabupaten saya masih bisa menerima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*