Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Ungkap Kasus Penjualan Asset KUD Diskop & UMKM Libatkan Dekopinda

Ungkap Kasus Penjualan Asset KUD Diskop & UMKM Libatkan Dekopinda

(764 Views) September 28, 2016 7:56 pm | Published by | No comment
kasus-kud-banyuwangi

1. Alif Kartiono, Plt. Diskop dan UMKM
2. Camat Kabat, H. M. Luqman
3. Kades Pakistaji, Musta’in

Banyuwangi, Memorandum – Terungkapnya kasus penjualan asset tanah milik KUD ‘Usaha Bersama’ Kabat oleh beberapa orang yang sebagai mengaku pendiri, mulai menjadi perhatian serius pihak Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop & UMKM) Kabupaten Banyuwangi. Kepala Diskop & UMKM, Alief Racman Kartiono, SE, MM., menyatakan, untuk menangani pengungkapan kasus tersebut pihaknya melibatkan personel Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sebagai tim klarifikasi di lapangan.

“Meski tidak mudah, kita akan tangani serius masalah ini dengan melibatkan Dekopin. Tidak mudah, karena ini menyangkut sejarah pendiriannya ketika KUD itu masih berbentuk BUUD,” kata Alief Rachman Kartiono, saat dihubungi Memorandum.

Sementara itu, dibalik kasus penjualan asset KUD yang berlokasi di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, itu diduga telah terjadi ‘pembiaran’ oleh pihak-pihak yang semestinya tahu bahwa asset tersebut tidak bisa dipindah-tangankan. Pasalnya, pada saat terjadinya proses jual-beli, pasti harus melewati pihak-pihak yang berwenang mengenai urusan tanah di wilayah setempat.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kepala Desa Pakistaji, Musta’in, mengaku tidak tahu persis bagaimana asset yang nota-bene milik anggota KUD tersebut bisa dengan mulus berpindah tangan ke perorangan.

Ditemui di kantornya, Kades Musta’in, menjelaskan, kasus tersebut berawal ketika ada warganya yang mengajukan permohonan surat keterangan tentang kehilangan sertifikat tanah. Menurut kades Musta’in, waktu itu ada seorang ahli waris dari orang yang namanya tercatat sebagai pemilik tanah, minta  surat keterangan kehilangan. Untuk keperluan itu, dia telah membuat surat pernyataan bermaterai yang isinya menyatakan kehilangan sebuah sertifikat tanah atas nama; Asmuni Azis, yang dalam pernyataan itu juga disebutkan telah dilaporkan kepada Polisi. “Berdasarkan surat pernyataan itulah, saya membuatkan surat dimaksud. Dan karena saya tahu bahwa obyek tanah yang disebutkan dalam sertifikat itu adalah asset KUD, maka sebelum tanda-tangan saya lebih dulu menghubungi atasan saya, yaitu Camat kabat. Saat itu, pak Camat bilang tidak ada masalah.  Itu saja. Selanjutnya saya tidak tahu bagaimana proses jual-beli itu terjadi,” kata Kades Musta’in, Selasa (27/9).

Terpisah, Camat Kabat, HM Luqman, kepada Memorandum menjelaskan, sebelum proses jual-beli asset KUD itu terjadi, pihaknya telah menggelar beberapa kali pertemuan untuk membahas rencana penjualan asset KUD tersebut dengan mengundang-hadirkan para pihak termasuk pengurus KUD Usaha Bersama. “Dalam dua kali pertemuan diputuskan bahwa, keputusan penjualan asset KUD itu harus melalui Rapat Anggota. Dan nyatanya, sampai saat ini yang namanya Rapat Anggota itu tidak pernah digelar, sampai asset tersebut akhirnya terjual. Saya tidak tahu bagaimana prosesnya selanjutnya, karena proses jual-beli itu dilakukan melalui notaris,” kata Luqman.

Sebagaimana diketahui, 4 orang yang mengaku sebagai pendiri koperasi yang awalnya bernama Badan Usaha Unit Desa (BUUD) yakni; H Nawawi, H Hudhori, H Ismail dan Mad’hie, telah menjual asset tanah milik KUD seluas 6.780 M2 tersebut dengan mengatas-namakan sebagai Kuasa BUUD “Usaha Bersama”/KUD Unit 5 Kabat, seharga Rp 4 miliar. Kini, kasus tersebut tengah dalam penanganan serius pihak Diskop & UMKM Kabupaten Banyuwangi. (bud)

Sumber |Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: , ,

No comment for Ungkap Kasus Penjualan Asset KUD Diskop & UMKM Libatkan Dekopinda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*