Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » UGD Kemiskinan Banyuwangi Jadi Role Model Nasional

UGD Kemiskinan Banyuwangi Jadi Role Model Nasional

(555 Views) April 26, 2016 3:43 pm | Published by | No comment
Mensos Jadikan UGD Kemiskinan Banyuwangi Role Model nasional

– Mensos Khofifah Indar Parawansa, saat menyerahkan bantuan PKH di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, kemarin.

Banyuwangi, Memorandum – Program UGD kemiskinan yang digagas Banyuwangi mendapat apresiasi dari Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indah Pariwansa. Khofifah akan menjadikan program percepatan penanggulangan kemiskinan ini sebagai role model nasional. “Saya surprise sekali. Selama ini ada kabupaten yang pernah mendapat apresiasi dari PBB untuk sistem rujukan terpadu. Dan ternyata, apa yang disiapkan Banyuwangi jauh lebih advance dibanding daerah tersebut, yakni lewat program UGD Kemiskinan, e-village budgeting, dan program Smart Kampung-nya,” kata Mensos Khofifah saat menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Banyuwangi, Senin (25/4).

Menurut Mensos Khofifah, awalnya pihak Kemensos tengah menyiapkan 50 kabupaten/kota se-Indonesia untuk sistem Layanan terpadu (SLT) Kemiskinan. Sistem rujukan terpadu yang disiapkan Kemensos tahun ini, merupakan sistem yang akan terus memperbarui data dari seluruh layanan kemiskinan. Data tersebut nantinya langsung direspon dan ditindaklanjuti dengan cepat.

“Jadi misalnya ada orang kurang mampu belum dapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) sementara kita punya 400 ribu buffer stok, maka langsung akan kita berikan ke mereka. Jangan sampai kemudian buffer stok ini tidak sampai pada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Lewat sejumlah program-program penanganan kemiskinannya, kata Mensos Khofifah, Banyuwangi berhasil menurunkan kemiskinannya dengan signifikan. Angka kemiskinan berhasil berkurang dari yang tahun 2010 mencapain 20,4 persen, pada 2015 sudah turun menjadi 9,2 persen.

Melihat program percepatan penanganan kemiskinan yang dilakukan Banyuwangi ini, Mensos pun menawarkan kepada Bupati Anas untuk menyelaraskan programnya dengan program SLT, mengingat Banyuwangi sudah memiliki sistem pendukungnya lewat smart kampung. “Kalau Pak Bupati sepakat bisa langsung kita tunjuk. Sistem yang sudah dibangun Banyuwangi ini sudah sangat komprehensif. SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) kalau diimplan ke sini, sudah bisa nyambung pada konektifitas nasional. Apalagi di Banyuwangi desa-desanya sudah sewa bandwith,” kata Khofifah.

Mensos pun berharap, Banyuwangi siap menjadi role model Indonesia. “Saya ingin ini menjadi sistem Layanan terpadu, sehingga bulan November mendatang kita bisa menyampaikan format ini kepada PBB. Karena memang ada format yang diharapkan bisa menjadi role model di dunia. Sehingga apa yang diinisiasi oleh Banyuwangi tidak hanya bisa dijadikan role model di Indonesia, tapi juga negara-negara lain di dunia,” ujarnya. (bud/hum)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for UGD Kemiskinan Banyuwangi Jadi Role Model Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*