Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Transaksi Solar Illegal Digerebeg Satpolair

Transaksi Solar Illegal Digerebeg Satpolair

(694 Views) January 26, 2016 4:49 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Transaksi solar ilegal di Perairan Kolam Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, berhasil diungkap oleh Satpolair Polres Banyuwangi. 5 orang tersangka yakni; 2 oknum Nahkoda, MM (41) Nakhoda KM Sarana Sukses asal Sumbawa, NTT dan SN (37) Nakhoda KM Tugboat Fortuna Andre 03 asal Cirebon, Jawa Barat, serta 2 orang kepala kamar mesin (KKM) dan 1 orang ABK langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan  pelanggaran pasal 53 huruf c dan d UU. No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, subsider pasal 374 dan 480 KUHP ayat 1, junto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Solar Ilegal

Informasi yang dihimpun Memorandum, 2 Orang oknum Nakhoda ini disangka terlibat dalam praktek penggelapan solar ilegal yang melibatkan oknum KKM kapal yang mereka nahkodai. Keterlibatan SN dalam kasus ini karena mengijinkan STY (39), KKM Tugboat Fortuna Andre 03 menjual 8 ton solar ilegal kepada seorang makelar berinisial AH (31), ABK Tugboat asal Wonokromo asal  Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Perliter BBM itu dihargai Rp 4.500 dengan total nilai traksaksi yang disepakati Rp 36 juta. “Uang yang sudah dibayar Rp 19 juta. Nominal uang itu telah kita amankan sebagai bukti bersama sejumlah alat lain, seperti mesin alkon, meteran sonding, dua kapal yang terlibat transaksi solar, plus sebuah HP Nokia tipe 107,” jelas Kasatpolair Polres Banyuwangi, AKP Basori Alwi, yang didampingi Kasubaghumas AKP Subandi, saat menggelar jumpa pers di depan Mako Satpolair.

Pola traksaksinya, lanjut Basori Alwi, AH mendapat pesanan solar dari MM, nahkoda KM Sarana Sukses. Kemudian kabar itu diteruskan kepada STY selaku KKM Tugboat Fortuna 03. Kemudian STY meminta SN, nahkoda atasannya untuk merapatkan kapal pemandu keluar masuk ke kolam Pelabuhan Tanjungwangi ke lambung KM Sarana Sukses. Setelah kapal merapat solar dari tugboat dipindahkan ke KM Sarana Sukses yang dipandu AHR (48), KKM Sarana Sukses asli Dusun Kauman, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB.

 “Proses pemindahan berlangsung pas jumatan (22/1/2016). Saat itu KM Sarana Sukses tengah melakukan pemuatan pupuk bersubsidi. Traksaksi melanggar itu kita endus berkat informasi warga yang diterima anggota Gakkum. Setelah kita lakukan penyisiran melalui perairan menggunakan kapal patroli. Ternyata informasi itu akurat. Pengungkapan lantas kita gelar sekitar pukul 19.00 WIB,” tambah Kasatpolair.

Dalam transaksi itu, lanjut AKP Basori Alwi, AH membeli solar kepada KKM Tugboat Fortuna Andre 03 Rp 4000. Kemudian solar yang mestinya dijual menggunakan hak resmi dari pertamina itu dilego kepada nahkoda KM Sarana Sukses Rp 4.500. Selisih Rp 500 itu menjadi keuntungan bagi AH selaku makelar. “Per 1 ton, AH mendapat keuntungan Rp 500 ribu. Total laba yang diperoleh dari 8 ton solar itu senilai Rp 4 juta. Itu diakui oleh pelaku. Bahkan rekening banknya sudah kita cek,” jelasnya.

Pengungkapan kasus jual beli solar ilegal ini merupakan kasus besar yang diungkap Satpolair Polres Banyuwangi. Kasus ini kabarnya hendak ditarik ke Polda Jatim, tapi Satpolair Polres Banyuwangi bersikukuh untuk menyidik sendiri karena kemampuan anggota Gakkum dirasa mampu. “Kapal tugboat itu disewa oleh pertamina. Tugasnya menjadi pemandu kapal niaga keluar masuk Perairan Kolam Pelabuhan Tanjungwangi. Solar yang dijual berasal dari pertamina, namun dijual secara ilegal karena tidak memiliki ijin resmi. Selain itu oknum nahkoda dan KKM kapal tugboat juga melakukan penggelapan. Sebab solar itu milik perusahaan kapal tempatnya bekerja,” tutur mantan Kasatpolair Polres Situbondo.  (mam)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Transaksi Solar Illegal Digerebeg Satpolair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*