Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Tentang Batik Banyuwangi, dari Kopi Pecah hingga Gajah Oling

Tentang Batik Banyuwangi, dari Kopi Pecah hingga Gajah Oling

(1414 Views) October 2, 2015 7:10 pm | Published by | No comment

batik banyuwangi anakJakarta – Berbagai macam batik di Indonesia memiliki sejarah tersendiri. Begitupun batik Banyuwangi, yang dikenal sebagai batik pesisiran. Motifnya beragam, dari Kopi Pecah hingga Gajah Oling.

Sejarah batik Banyuwangi tak lepas dari seniman-seniman batik lokal yang menceritakan tentang suasana dan keindahan alam. Juga terkait sejarah masa lalu.

“Munculnya batik Banyuwangi ini sejak masa kerajaan, perjuangan melawan penjajah dan masa kemerdekaan. Seniman batik kala itu selalu menceritakan suasana masa itu,” ujar Mohammad Suyadi, tokoh batik Banyuwangi, saat ditemui di galeri Virdes miliknya, di Jalan Simbar, Tampo, Cluring, Kamis (2/9/2015).

Batik Banyuwangi, tambah Suyadi, masih dipengaruhi oleh batik Mataraman. Selain itu, pengaruh datangnya pedagang Timur Tengah, China dan negara lain. Selain itu suku-suku yang masuk ke Banyuwangi juga turut mempengaruhi.

“Motif batik Banyuwangi dipengaruhi banyak suku, negara dan pedagang yang masuk Banyuwangi. Contohnya batik motif Sosi yang merupakan serapan dari China,” jelas Suyadi.

Dari awal munculnya batik Banyuwangi, muncul motif-motif batik yang bertema dengan kerukunan, persatuan dan keindahan alam. Contohnya adalah Kangkung Setingkes, Kawung, Gedekan, Sembruk Cacing.

batik banyuwangi re“Tema menceritakan kerukunan, kesederhanaan dan keindahan jaman itu. Sebelum masuknya bangsa Belanda yang menjajah Indonesia. Lalu muncul adanya motif yang menceritakan penderitaan atau kesedihan. Seperti Dilem Sempleh, Kopi Pecah dan Paras Gempal. Motif ini menceritakan tentang sekeras apapun jika diberi tempaan akan hancur, ” imbuhnya.

Kemudian, kata pria biasa dipanggil Yadi Virdes ini, seniman batik kala itu menciptakan batik yang bertema tentang kepasrahan dan persatuan. Mereka mengumpulkan berbagai motif dahulu menjadi satu dalam batik Sekar Jagat.

“Kemudian muncul Gajah Oling, yang memiliki makna sebesar apapun harus ingat dengan Tuhan,” tambahnya.

Selanjutnya, motif-motif baru mulai muncul sesuai dengan kondisi yang ada. Motif pesisiran kuat dengan gambar bernuansa tanaman dan hewan. Yadi Virdes sendiri menciptakan berbagai motif baru sesuai dengan suasana Banyuwangi kala itu.

batik banyuwangi res

“Salah satunya adalah motif ulo-uloan yang saya ciptakan saat adanya gonjang ganjing simbol ular berkepala manusia. Saya buat batik motif ular tanpa kepala dan ekor,” imbuhnya.

Selain muncul motif, berbagai teknik pembuatan batik terus berkembang. Tidak hanya tulis, muncul juga cap, hand printing, cracking dan masih banyak lagi. Begitulah batik di tengah perubahan zaman.

(try/ahy) detik.com

 

Categorised in: ,

No comment for Tentang Batik Banyuwangi, dari Kopi Pecah hingga Gajah Oling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*