Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » Telusuri Aliran Dana B-Fest, BPK Periksa Staf Dinas Kebudayaan Banyuwangi

Telusuri Aliran Dana B-Fest, BPK Periksa Staf Dinas Kebudayaan Banyuwangi

(719 Views) August 10, 2016 3:51 pm | Published by | No comment
Banyuwangi telusuri aliran dana banyuwangi festival

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2014, yang sebagian tiketnya dijual bebas, juga menjadi perhatian khusus oleh BPK RI

Banyuwangi, Memorandum – Selain menjadi perhatian khusus oleh kalangan DPRD, ketidak-jelasan aliran dana penyelenggaraan Banyuwangi Festival (B-Fest) ternyata juga menjadi atensi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Sejak beberapa hari terakhir, petugas BPK RI mulai memeriksa dan meminta penjelasan dari para personel Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat pelaksanaan even B-Fest. Salah satu yang telah diperiksa adalah Sandra, staf di Bagian Penyusunan Program, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi. “Alhamdulillah, lega sudah selesai diperiksa BPK,” ungkap Sandra, Selasa (9/8) kemarin.

Ditanya tentang materi pemeriksaan, dijelaskan, yang ditanyakan petugas BPK mulai dari awal penyusunan program hingga selesai pelaksanaan even. “Ya saya jelaskan apa adanya, sesuai program yang telah kita susun,” jelas Sandra, sembari menambahkan, yang ditanyakan petugas BPK adalah aliran dana masuk serta penggunaannya untuk B-Fest tahun 2013 sampai dengan 2015.

Dalam pemeriksaan tersebut, kata Sandra, petugas BPK lebih banyak menanyakan tentang aliran dana masuk dari pihak ketiga untuk sumbangan pelaksanaan even B-Fest. Selain itu, juga ditanyakan tentang Event Organizer (EO) yang sering disebut-sebut sebagai pelaksana kegiatan B-Fest. “Saya jelaskan bahwa disini (Disbudpar, red.) tidak menggunakan EO. Tetapi di laksanakan sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisi II DPRD menegaskan bahwa sumbangan masuk pihak ketiga untuk pelaksanaan B-Fest, terlebih dahulu harus dicatat sebagai pemasukan Kas daerah, sebelum digunakan. “Sumbang pihak ketiga, apalagi itu bersumber dari dana CSR perusahaan, terlebih dahulu harus masuk dalam catatan penerimaan Kas Daerah. Setelah itu baru dikeluarkan lagi untuk digunakan. Itu ada regulasinya. Bila itu tidak dilakukan, ya berarti melanggar aturan,” kata Anggota Komisi II, Andi Purwanto. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Telusuri Aliran Dana B-Fest, BPK Periksa Staf Dinas Kebudayaan Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*