Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Tak Puas Putusan Hakim, Keluarga Korban Pembunuhan Serbu Pengadilan Negeri

Tak Puas Putusan Hakim, Keluarga Korban Pembunuhan Serbu Pengadilan Negeri

(537 Views) September 3, 2016 1:40 pm | Published by | No comment
Keluarga Korban Serbu PN Banyuwangi

– Polisi saat melakukan adegan evakuasi majelis hakim yang menyidangkan perkara pembunuhan. Dan Simulasi aksi saling dorong massa dari keluarga korban dengan petugas Kepolisian

Banyuwangi, Memorandum – Puluhan keluarga korban pembunuhan melakukan aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (2/9). Mereka memprotes putusan Pengadilan yang dianggap terlalu ringan bagi pelaku pembunuhan keluarga mereka. Aksi ini berlangsung anarkis sehingga Polisi harus mengevakuasi majelis hakim dan terdakwa. Dengan kesigapan petugas keamanan PN dan aparat Kepolisian aksi akhirnya dapat dibubarkan.

Aksi puluhan warga itu berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB. Keluarga korban yang jumlahnya mencapai puluhan orang datang dengan penuh kemarahan. Petugas Unit Dalmas Polres Banyuwangi disiagakan untuk mencegah mereka masuk ke area pengadilan. Sayang, massa yang marah akhirnya berhasil melewati pintu pagar Pengadilan. “Hukum mati pelakunya,” ujar salah seorang pendemo.

Tak ingin massa masuk lebih jauh lagi, puluhan anggota Dalmas segera menghadangnya. Terjadi aksi saling dorong antara massa dengan petugas. Pasukan sempat bertahan dengan menggunakan tameng. Bukan malah mereda massa justru melempari pasukan dengan berbagai benda. Aksi mereka semakin menjadi-jadi.

Melihat massa semakin beringas, Polisi kemudian mendesak para pengunjuk rasa. Beberapa saat kemudian massa berhasil dipukul mundur hingga ke pintu pagar. Petugas kemudian melakukan upaya negosiasi dengan para pengunjuk rasa. Tiba-tiba saja sekelompok massa menerobos masuk. Namun mereka berhasil dihadang di lobi kantor PN. Proses negosiasi petugas dengan perwakilan massa terus berlanjut. Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya disepakati keluarga korban boleh melihat sidang pembacaan putusan dengan pengawalan super ketat dari petugas. Keluarga korban juga sepakat menerima apapun keputusan majelis Hakim.

Massa sempat tertib untuk beberapa saat. Namun mereka kembali meluapkan kemarahan saat majelis hakim memvonis terdakwa dengan putusan 15 tahun penjara. Massa berusaha menyerang terdakwa dan Majelis hakim. Dengan sigap petugas kepolisian mengevakuasi majelis hakim dan terdakw ke tempat yang aman. Aksi unjuk rasa itupun berakhir dengan sendirinya setelah massa satu persatu massa membubarkan diri.

Peristiwa ini merupakan simulasi pengamanan unjuk rasa anarkia yang dilakukan PN Banyuwangi bersama Polres Banyuwangi. Latihan ini untuk mengantisipasi kejadian serupa yang mungkin saja benar-benar terjadi. “Aksi anarkis bisa saja benar-benar terjadi, ini upaya untuk melatih kesiapan anggota dan petugas pengadilan dalam menanggulangi dan mengantisipasi kejadian seperti itu,” jelas Kasat Sabhara AKP Basori Alwi yang memimpin simulasi tersebut.

Sementara itu, Humas PN Banyuwangi, Heru Setiyadi menyatakan, simulasi itu dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Latihan itu dilakukan untuk memastikan keamanan bagi seluruh masyarakat, terdakwa maupun petugas. “Pemberian kepastian rasa aman itukan bagian dari pelayanan,” jelasnya.

Lebih jauh, menurut Heru, simulasi itu juga dalam rangka memperoleh ISO 2015 terkait penjaminan dan peningkatan pelayanan mutu kepada masyarakat. “Pelatihan ini untuk memastikan pengadilan siap menangani segala situasi termasuk memberikan penjelasan kepada pihak yang tidak puas,” bebernya. (jai/bud/*)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: ,

No comment for Tak Puas Putusan Hakim, Keluarga Korban Pembunuhan Serbu Pengadilan Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*