Tahanan Polsek Giri Tolak Nyoblos

656 views
banner 468x60)
Tahanan Polres Memilih Golput

Shandi buat Pernyataan Golput didalam tahanan Polsek Giri

Banyuwangi, Memorandum  – Hari H coblosan Pilkada Bupat dan Wakil Bupati Banyuwangi ada yang mengejutkan dari jeruji besi Polsek Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Shandi (39) tahanan kasus 372 jo 378 (penipuan dan penggelapan), asal tinggal di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi menyatakan diri tidak menyalurkan aspirasi alias Golput (golongan putih).

Pilihan politiknya itu tertulis tangan di atas kertas bermaterai, dan menghadirkan orang tuanya, Sanusi Yalid (53), sebagai saksi atas keputusan politiknya. Padahal secara hak kewarganegaraan sesuai identitas, Shandi punya hak politik penuh. Tidak hanya itu, Polisi juga menjadi saksi atas keputusan mantan karyawan Sun Motor Jember itu.

Dalam surat pernyataan yang dibuat, Shandi menulis keputusannya dilakukan dengan sadar tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak 9 Desember 2015. Dia pilih tinggal di dalam sel tahanan Mapolsek Giri ketimbang mencoblos dua paslon Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas – Yusuf Widiatmoko (Dahsyat) dan Sumantri Sudomo – Sigit Wahyu Widodo (SuSi).

“PPK sudah setuju, dia bisa mencoblos di TPS paling dekat. Eh ternyata yang bersangkutan menolak,” tuturnya Iptu Sudaryono anggota Polsek Giri, Rabo (9/12/2015).

Shandi sendiri mendiami sel Mapolsek Giri sejak 5 Desember 2015. Dia dimasukkan ke dalam tahanan menyusul statusnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang disangkakan terhadapnya. (mam)

Sumber : Koran Harian Memorandum

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply

*